SIHARAT : Siap Menghadapi Beragam Kejahatan

Ia adalah seorang Ajun Komisaris Besar Polisi lulusan AKPOL tahun 2000. Nama pamen polri itu adalah Kelana Jaya. Ia adalah Kapolres Banjarbaru tahun 2017-2019. Selama menjabat sebagai nahkoda di Mapolres Banjarbaru, Kalimantan Selatan, kelana Jaya banyak melahirkan terobosan inovasi guna membawa institusi yang dinahkodainya menjadi lembaga yang mumpuni—dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat di wilayah hukumnya.

Tak hanya harapan personel-nya yang unggul dan mumpuni, Kelana Jaya—sebagaimana pelaksana berikut penanggungjawab harkamtibmas, tentu menginginkan masyarakat di wilayah hukumnya bisa merasakan suasana aman, damai, dan kondusif dari beragam tindak kejahatan. Untuk itulah, Kelana Jaya bersama para punggawa-nya di Polres Banjarbaru menciptakan sebuah terobosan yang fungsinya untuk mengantisipasi, menangkal, bahkan menumpas beragam kejahatan yang mencoba mengoyak kondusifitas di wilayah hukumnya.

SIHARAT

Begitulah nama terobosan inovasi itu bernama. Sebuah nama lokalitas itu kemudian menjadi commander wish guna mewujudkan institusi Polri yang profesional, modern, dan terpercaya—yang akan didapatkan apabila mampu melaksanakan pelayanan yang baik dan cepat.

Siharat tak hanya memiliki nama lokalitas yang berarti sihebat semata. Inovasi pelayanan publik itu dapat pula dijabarkan menjadi Siap Hadapi Beragam Kejahatan—yang turut menjadi maksud dan tujuan misi itu dilahirkan. Selepas nama misi ditemukan, Kelana Jaya melanjutkan unsur-unsur yang ada di dalam Siharat. Dua puluh satu program kemudian oleh Kelana Jaya dibagi menjadi lima bagian, yang akhirnya resmi menjadi operasi pelaksanaan misi Siharat, dengan enam misi operasi  itu adalah: Pelayanan Prima, Pengaduan dan Kejahatan, Informasi, Panic Button, dan Transparansi dan Akuntabilitas Anggaran dan pengamanan berbasis CCTV.

Siharat resmi dluncurkan tanggal 21 Januari 2018 dan sebagai tindaklanjut dari program Kelana Jaya dengan nama Tebar Pesona (Tekanan Bersama Permasalahan Sosial dan Narkoba).

Siharat—dalam bahasa Banjar bermakna Si hebat—yang juga kemudian diadposi menjadi tongkat komando Kelana Jaya untuk membawa Polres Banjarbaru menjadi institusi Professional, Modern, Dan Terpercaya. Terlepas nama yang diambil dari khasanah lokalitas, Sirahat merupakan singkatan dari Siap Hadapi Beragam Kejahatan. Dari kepanjangan tersebut, tentu dapat ditangkap ke mana arah Kelana Jaya dalam mempersiapkan Siharat.

Siharat diluncurkan Kelana Jaya sebagai bentuk pelayanan Polres Banjarbaru dalam menghadapi beragam kejahatan dengan melibatkan polisional masyarakat, sehingga mereka dapat berperan menumpas kriminalitas dengan cara memberikan laporan baik dialami sendiri maupun dialami oranglain.

Dengan 21 fitur, Siharat membuat penggunanya semakin nyaman dan merasakan manfaat lebih banyak. Setidaknya, ada dua misi besar yang berhasil dilaksanakan dari implementasi sihebat.

Pertama, tentang penekanan kriminalitas di Banjarbaru. Pada misi pertama ini—Siharat: Turn Back Crime Mission—telah berhasil membuat kriminalitas di Banjarbaru semakin berkurang karena adanya komunikasi antara kepolisian dan masyarakat.

Kedua, Siharat sebagai terobosan penguatan Harkamtibmas—penguatan kerjasama dengan civil society dalam mengidentifikasi masalah sosial dan upaya penyelesaiannya, dan sebagai KAT Pelayanan Public yang lebih mudah bagi masyarakat dan berbasis IT.

Adapun fitur yang tersedia di Sirahat cukup banyak. Totalnya, ada 21 fitur yang bisa dipakai oleh masyarakat, di antaranya :  pelayanan SKCK, SIM, SP2HP, Pelaporan Kebakaran, pengaduan, bantuan ambulan, DPO, lalulintas, info cuaca, panic button, info gempa, call center, video, kejahatan, karhutla, news, profil, lokasi. Dengan fitur yang lengkap, tentu akan memudahkan para pengguna aplikasi ini untuk mendapatkan info, melaporkan, pelayanan umum dan lain sebagainya.

Dengan adanya Siharat, penghargaan berulangkali didapatkan Polres Banjarbaru, termasuk Predikat Zona Integritas Wilayah Bebas Korupsi. Penghargaan itu adalah pemberian Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia yang diberikan saat penganugerahan prestasi di tahun 2018.

Sirahat selalu mendapatkan pembaharuan, dengan tujuan agar aplikasi tersebut dapat memaksimalkan keperluan masyarakat di era yang semakin canggih. Di tahun 2020, pengunduh Sirahat sudah mencapai empatpuluh ribu lebih.

Setiap usaha tentu akan membuahkan hasil. Sehingga, tak ayal dengan adanya Sirahat, masyarakat Banjarbaru kemudian banyak mendapat kemudahan bila hendak melaporkan tindak kejahatan. Selain cara men-downlod-nya mudah dan ada di Google Playstore, juga karena penggunaannya tidak rumit. Banyak masysarakat yang bisa memanfaatkan Siharat.

Dalam perkembangan di tengah masyarakat, Siharat tidak hanya untuk melaporkan tindak kejahatan semata, tetapi  uniknya aplikasi itu juga digunakan masyarakat Banjarbaru untuk melaporkan atau meminta bantuan kepolisian di luar tindak kejahatan.

Berkat adanya aplikasi Siharat, masyarakat bisa melaporkan penggunaan barang terlarang yang dilakukan dua orang warga pada tahun 2018 lalu. Bahkan yang dilaporkan tersebut juga sebagai pengedar obat-obatan terlarang tersebut.

Kemudahan pelaporan itupun membuat masyarakat tidak canggung saat ingin melaporkan tindak kejahatan. Kasus transaksi obat terlarang, pembunuhan, hingga pencurian di rumah warga yang kala itu panik dan langsung menekan tombol panic button untuk meminta bantuan kepolisian. Semua itu adalah sebagian contoh kecil dari kehebatan Siharat.

Bahkan, Siharat tak hanya dijadikan sebagai pelaporan tindak kejahatan semata. Aplikasi itupun acap kali digunakan masyarakat untuk meminta bantuan di luar tindak kriminalitas, seperti yang pernah dilakukan anak kos saat dirinya panik dan tidak bisa memasang tabung gas di tempat kos-nya. Uniknya lagi, laporan tersebut tetap dilayani oleh team Siharat yang bertugas. Mereka menuju ke lokasi dan membantu memasangkan tabung gas.

Bantuan dalam pelayanan berupa layanan pembuatan SKCK, SIM, dan lain-lain juga bisa dibantu menggunakan aplikasi ini. Tak butuh waktu lama, kok. Hanya tujuh menit saja. Mulai dari mengisi data dari rumah, lalu mengambilnya langsung ke kantor. Tentu saja pelayanan semacam ini sangat memudahkan masyarakat, sehingga mereka tidak perlu mengantri lama.

Banyak prestasi didapatkan Polres Banjarbaru karena dinilai kejahatan di wilayah tersebut bisa berkurang. Bahkan, penilaian akan memudahkan masyarakat memberikan laporan terkait—tindak kejahatan atau non tindak kejahatan—juga dinilai sebuah prestasi yang layak untuk mendapatkan apresiasi.

Tak dipungkiri, Siharat selain memberikan dampak yang besar untuk Polres Banjarbaru dan juga masyarakat di wilayah tersebut. Selain menjalankan arahan pimpinan yang mengharapkan Polri dapat menjalankan modernitas—tidak gaptek teknologi—Kelana Jaya juga telah menemukan solusi bagaimana dirinya menyiasati jumlah Polri yang tak sebanding dengan masyarakat, sehingga pelayanan Harkamtibmas bisa ditangani dengan cepat dan melahirkan kepuasan masyarakat.

Begitulah Kelana Jaya dalam menjalankan roda kepemimpinan di Polres Banjarbaru. Dalam menjalankan tugasnya, ia memegang prinsip yang selalu melandaskan pekerjaan dengan ikhlas, benar, dan berkualitas. Baginya, saat melakukan pekerjaan atau tugas adalah implementasi ibadah kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dengan menanamkan keikhlasan saat menjalankan pekerjaan niscaya akan mengantarkan proses pekerjaan dengan benar. Bila keduanya telah tertanam—ikhlas dan benar—niscaya pekerjaan pun akan bermuara pada kualitas—yang tidak hanya memberikan kepuasan dan kebanggan diri sendiri, akan tetapi juga berdampak pada kemanfaatan untuk orang banyak. Lagipula, bukankah sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang bermanfaat untuk sesama? So, lakukanlah tugas pengabdian dengan Ikhlas. Berproseslah dengan Benar. Dan, hasilkan pekerjaan atau karya yang BERKUALITAS.

Tinggalkan Balasan