Corona Menyerang, Kami Siap Berperang

Tahun 2020 menjadi tahun berat bagi siapa saja. Sejak awal tahun, berbagai negara tanpa terkecuali Indonesia, diuji dengan munculnya wabah virus corona. Dari hari ke hari, kasus itupun semakin meningkat dengan jumlah korban yang juga terbilang melonjak.

Seiring mengganasnya penyebaran virus corona—hingga saat ini—tentu sudah sepatutnya sebagai warga negara yang baik berusaha mencegah dengan berbagai cara. Setidaknya, upaya melawan merebaknya virus Corona dapat dilakukan di antaranya dengan rajin mencuci tangan, menjaga jarak, menggunakan masker saat keluar rumah atau bepergiaan, menghindari daerah terjangkit, serta tetap menjaga imunitas tubuh agar tidak mudah ditaklukan oleh virus yang menyerang pernapasan itu.

Sebagai langkah awal pencegahan virus corona, masyarakat diharuskan selalu rajin mencuci tangan dengan menggunakan sabun atau cairan lain yang mampu membunuh bakteri penyebar virus. Langkah selanjutnya dalam pencegahan virus corona adalah dengan selalu mengenakan masker bila melakukan aktivitas di luar rumah. Sebagai langkah lainnya dalam pencegahan virus corona adalah menjaga asupan dan daya tahan tubuh. Virus corona dapat menyerang dengan mudah ketika seseorang memiliki daya tahan tubuh atau sistem imun yang lemah. Oleh karena itu, masyarakat sangat disarankan untuk mengonsumsi nutrisi sehat yang diperlukan tubuh.

Melihat fakta-fakta yang sudah disebabkan virus Corona, tentu menjadi sebuah kewajiban bagi Polres Rembang—sebagai institusi pengayom masyarakat—untuk turut serta mencegah penyebaran virus corona. Hal itu disadari betul oleh Dolly Primanto hingga alumnus AKPOL tahun 1999 itupun membuat serangkaian upaya bersama stakeholder Kabupaten Rembang untuk memerangi dampak dari Corona.

Bersama stakeholder Kabupaten Rembang, Kapolres Rembang kemudian mendirikan dapur umum di komplek Makodim 0720 Rembang. Tujuan didirikan dapur umum itu adalah agar masyarakat tetap sehat dan mendapatkan nutrisi yag cukup sehingga tubuh mereka memiliki imunitas yang kuat dalam menghadapi pandemi virus Corona.

Tak cukup sampai di situ.

Guna menekan angka penyebaran Covid-19, Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis kemudian mengeluarkan maklumat yang isisnya melarang semua kegiatan yang berpotensi bisa mengumpulkan orang banyak atau massa, seperti halnya kegiatan di tempat umum ataupun di lingkungan masing-masing. Pertemuan sosial, budaya, keagamaan, seminar, lokakarya atau apapun yang sifatnya mengumpulkan massa, tidak diperbolehkan.

Menindaklanjuti maklumat Kapolri, Dolly Primanto segera melakukan sosialisasi kepada masyarakat secara rutin. Termasuk melakukan patroli untuk membubarkan kerumunan masyarakat. Setiap malam, aparat gabungan dari Polres Rembang dan Kodim 0720/Rembang menyisir sejumlah desa di wilayah Rembang. Mereka terus memantau pemberlakuan social distancing di tingkat warga. Bahkan, melalui pengeras suara, Dolly Primanto secara berulang kali membacakan maklumat kapolri ketika berpatroli ke sejumlah ruas jalan yang rawan terjadi kerumunan warga.

Tak hanya di ruas jalan, di beberapa titik, seperti kafe, Dolly Primanto secara tegas meminta kepada warga agar membubarkan diri. Bagi mereka yang tindak mengindahkan maklumat tersebut, maka Dolly Primanto tidak segan-segen memberikan tindakan dengan mengamankan mereka.

Pandemi virus corona memunculkan masalah baru. Selain menipisnya stok obat-obatan, alat untuk tenaga medis, di sisi lain juga memunculkan perilaku panic buying. Adapun aneka kebutuhan yang dibeli selain makanan dan minuman dalam panic buying adalah obat-obatan. Kasus seperti ini juga tak pelak terjadi di Inggris sebagaimana dalam kasus tersebut permintaan hand sanitizer di Inggris meningkat hingga 650%.

Sebenarnya, perilaku panic buying dapat memunculkan hal-hal negatif di masyarakat. Mulai dari berkurangnya rasa empati karena memuncul ego pribadi, kepanikan yang semakin menjadi, hingga memicu chaos di masyarakat karena bisa saja orang-orang menghalalakan berbagai cara untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan tanpa memperdulikan orang lain. Akibatnya, tentu bisa dibayangkan bagaimana terjadi ketegangan yang bisa mengarah pada aksi huru-hara.

Dalam mengatasi panic buying, Kapolres Rembang turut melakukan sidak di sejumlah toko ritel. Meski berdasarkan hasil pemantauan stok bahan pangan masih dirasa aman, akan tetapi Dolly Primanto  terus melakukan sosialisasi hingga melakukan penekanan akan larangan penimbunan bahan pangan yang dapat membuat keresahan masyarakat.

Setelah ditetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) di Kabupaten Rembang, Dolly Primanto menggelar aksi membagikan masker dan hand saintizer kepada masyarakat secara gratis. Pembagiaan gratis itupun tentu disambut gembira oleh masyarakat. Pasalnya, selain mereka tidak memiliki masker, harga kedua barang itupun mengalami pelonjakan yang sangat drastis.  Padahal, di sisi lain, masyarakat yang bekerja di luar rumah sangat rentan terpapar virus corona.

Selain membagikan masker dan hand sanitizer, Kapolres Rembang bersama anggota dan jajarannya juga turut membagikan sembako bagi masyarakat yang terdampak secara langsung, seperti halnya tukang becak dan driver ojek online.

Pencegahan dan penanggulangan virus corona terus dilakukan. Setelah sebelumnya melakukan pendirian dapur umum, pembagian masker dan sembako, Kapolres Rembang kemudian melakukan penyemprotan disinfektan di beberapa desa.

Penyemprotan disinfektan juga mengerahkan dari Kodim 0720 Rembang. Penyemprotan menggunakan mobil Damkar milik PT. Semen Gresik dan Mobil Damkar Satpol PP Rembang serta mobil pickup dan tenaga petugas yang dilengkapi alat penyemprot.

Seluruh kekuatan gabungan dipecah menjadi dua arah. Wakil Bupati Rembang  H. Bayu Andriyanto, Kapolres Rembang, Dolly Primanto didampingi Komandan Kodim 0720 Rembang Letkol Arh Andi Budi Sulistyo memimpin tim untuk menyemprot ke  desa Ngotet, Weton dan Turusgede Kecamatan Rembang. Sedangkan Tim II ke wilayah bagian barat. Total 50 titik yang menjadi sasaran penyemprotan disinfektan.

Test massal atau rapid test juga menjadi salah satu syarat penting bagi masyarakat untuk beraktivitas saat di luar kota. Tujuannya adalah untuk deteksi awal apakah terjangkit virus corona atau tidak. Sebagai wujud prinsip humanisme dalam bertugas, Kapolres Rembang kemudian mengadakan rapid test bagi para tahanan guna mengantisipasi kemungkinan mereka terpapar virus covid-19

Dolly Primanto juga mengeluarkan peraturan untuk tahanan dilarang dikunjungi. Namun, sebagai gantinya, mereka bisa berhubungan dengan keluarga melalui video call yang difasilitasi pihak Polres yang benama e-Sambang via video call.

Dolly Primanto tak hanya menggelar rapid tes di lingkungan Mapolres Rembang. Ia juga menggelar rapid test di beberapa Pondok Pesantren. Ada empat Ponpes di Rembang yang sudah mulai beraktivitas lagi. Empat Ponpes tersebut adalah Ponpes MUS Sarang, Ponpes MIS Sarang, Ponpes Al-Anwar 1 dan Ponpes Al-Anwar 2 di Kecamatan Sarang, Rembang. Menurutnya keempat Ponpes tersebut telah memenuhi SOP protokol kesehatan.

Di masa pandemi, Dolly Primanto juga gencar mengawasi penyebaran berita atau hoaks yang beredar. Sebab, di masa pandemi, tak sedikit berita hoaks tentang virus corona cepat menyebar di media sosial. Akibatnya, masyarakat yang tidak jeli melihat berita akan mudah termakan isu, dan itu sangat berbahaya sebagaimana hal itu bisa menghambat kinerja semua pihak dalam mencegah penyebaran virus Corona.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mencatat hingga 8 Agustus 2020, sebagaimana dilansir dari Okezone.com, ada 1.028 hoaks yang menyebar. Dengan perinciannya : Januari sebanyak 40 hoaks, Februari sebanyak 100 hoaks, Maret 265 hoaks dan pada bulan ini tercatat kasus pertama Covid-19 di Indonesia, April 219 hoaks, Mei 172 hoaks, Juni 102 hoaks, Juli 108 hoaks, dan Agustus sebanyak 22 hoaks.

Menyebarnya berita hoaks juga meresahkan masyarakat Kabupaten Rembang pada bulan April 2020 lalu. Berita hoax itu berisi ada seorang warga yang positif terjangkit virus corona di Desa Megal, Kecamatan Pamotan, dan diisukan meninggal dunia. Padahal, si pasien sejak menjalani perawatan kondisinya semakin membaik dan dinyatakan sembuh dan sehat kembali.

Tersebarnya berita hoak tersebut kemudian membuat Polres Rembang langsung melakukan penanganan dengan melakukan counter balik lewat media sosial. Dolly Primanto memerintahkan tim patroli cyber menelusuri kabar burung tersebut. Dengan adanya penanganan dan pengawasan terkait berita hoaks ini dapat membuat semakin merasa tenang dan tidak was-was secara berlebihan dalam menyikapi situasi yang ada. Meski begitu, masyarakat diimbau untuk tetap menerapkan protokol kesehatan dan selektif ketika mendapatkan kabar-kabar atau berita yang tidak jelas asal-usulnya.

***

Tinggalkan Balasan