Personelnya Bangun Pesantren, Kapolres Berau Kasih Penghargaan

kapoles Berau mengapresiasi salah satu personelnya

Anak adalah amanah dari Tuhan, kehadirannya membawa kebahagiaan bagi setiap orangtua. pasangan suami istri yang dikaruniai seorang anak, berarti mereka dianggap layak untuk mengemban amanah dari Tuhan dan harus siap untuk bertanggung jawab. Jika amanah tersebut dijaga dengan sungguh-sungguh, hasilnya juga akan kembali ke orangtua anak tersebut.

Ada banyak kewajiban yang harus dijalankan orangtua terhadap anaknya, diantara kewajiban tersebut ialah memberikan pendidikan yang terbaik, agar anak tumbuh menjadi seorang yang sukses dan bermanfaat bagi sebanyak-banyak orang dan lingkungan.

Memiliki anak yang sukses di dunia dan akhirat tentunya menjadi impian besar bagi setiap orangtua, berbagai cara dilakukan demi terwujudnya impian tersebut. Termasuk memberikan pendidikan yang layak untuk masa depan anak.

Dalam memberikan pendidikan, ada beberapa tahap yang bisa dilakukan orangtua. Pertama, mendidik secara langsung. Kedua, memilihkan sekolah dan guru yang baik. Ketiga, memperhatikan lingkungan pergaulan. Jika ketiganya dilakukan dengan tepat, akan sangat besar pengaruhnya untuk kesuksesan pendidikan anak.

Dalam Islam, ada tiga hal penting yang menjadi kewajiban orangtua dalam mendidik anak, yaitu mengajarkan al-Quran, akhlaq yang baik dan mengajarkan kewajiban agama seperti: sholat, puasa, sedekah dan sebagainya. Ketiganya menjadi penting mengingat sebagai bekal di akhirat kelak.

Namun, tidak semua orangtua mampu melakukan ketiganya sekaligus. Oleh karenanya, memilihkan sekolah dan guru yang baik adalah pilihan yang tepat. Kendati demikian, masalah ekonomi sering menjadi kendala yang dihadapi orangtua dalam menyekolahkan anaknya.

Seperti yang terjadi di Kabupaten Berau, ada banyak orangtua yang ingin memondokkan anaknya untuk menjadi penghafal al-Quran, namun mereka kesulitan karena kendala biaya. Begitu juga yang dirasakan Aipda Romy Kalces, salah satu personel Polres Berau yang merasa berat dengan biaya yang harus dikeluarkan untuk anaknya yang menimba ilmu di Pulau Jawa.

Dari sinilah, Aipda Romy Kalces terinspirasi untuk membuka sebuah pondok pesantren di Kabupaten Berau. Beliau ingin melihat orangtua di daerahnya tersenyum lantaran bisa memondokkan anak-anaknya tanpa harus mengkhawatirkan masalah biaya.

Awal pembangunan, Aipda Romy Kalces mewaqafkan tanah miliknya dan membeli beberapa lahan yang sebagiannya di kreditkan. Hasil dari kredit tersebut kemudian digunakan untuk membagun pesantren.

Di awal berdirinya ada 21 santri yang bermukim. Mereka berasal dari berbagai wilayah di Berau, sebagian juga berasal dari Tarakan dan Malinau. Inisiatf berdirinya pesantren ini disambut baik orang warga sana, mereka sangat terbantu dangan adanya lembaga pendidikan pesantren di wilayahnya.

Berdirinya pesantren yang diberi nama Daarur Rahmah ini bertujuan untuk membumikan al-Quran di Bumi Batiwakkal. Kini, menjadi penghafal al-Quran tidak perlu jauh-jauh keluar kota, karena di Berau sendiri sudah terfasilitasi.

Untuk sementara, di pesantren Daarur Rahmah masih menyediakan asrama yang berkapasitas 22 sampai 23 orang. Dengan empat tenanga pengajar termasuk Aipda Romy Kalces.

Atas kerja keras dan kegigihan Aipda Romy Kalces, Kapolres Berau AKBP. Edy Setyanto Erning memberikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada beliau. Hal ini sebagai bentuk terimakasih atas pengabdian tulus yang dilakukan Aipda Romy Kalces kepada masyarakat.

AKBP. Edy Setyanto Erning juga berharap apa yang dilakukan Aipda Romy Kalces ini bisa menginspirasi personel-personel lain untuk tiada henti dalam mengabdikan diri pada masyarakat dan negara Indonesia.

Tinggalkan Balasan