Karakter Hingga Instruksi Hidup Sederhana Kapolri

Kapolri Jenderal Idham Azis

Memang, tak ada yang aneh dengan sandal japit. Semua orang pasti tahu sandal itu. Namun, yang membuat sandal japit itu menjadi sorotan, tak lain dikarenakan alas kaki sejuta umat itu melekat di kaki seorang Jenderal yang notabene orang nomor satu di institusi Tribrata.



Belakangan terakhir, sosok Jenderal Idham Aziz menjadi viral di jagad sosial media. Bukan karena beliau menjadi Kapolri, akan tetapi mantan Kabareskrim itu viral karena sebuah poto yang beredar di sosial media.

Nampak pada poto itu, Jenderal Idham Aziz sedang menikmati kudapan didampingi dengan segelas teh dan kopi. Tak hanya itu saja, yang membuat poto itu semakin viral, juga karena beliau memakai sandal japit.

Memang, tak ada yang aneh dengan sandal japit. Semua orang pasti tahu sandal itu. Namun, yang membuat sandal japit itu menjadi sorotan, tak lain dikarenakan alas kaki sejuta umat itu melekat di kaki seorang Jenderal yang notabene orang nomor satu di institusi Tribrata.

Selain itu, di poto tersebut juga sangat tidak menampakan kemewahan sama sekali. Sebuah meja panjang—yang nyaris banyak terdapat di dapur rumah pedesaan, menjadi bukti bahwa Kepala Kepolisian Negara itu nampaknya memang mengagumi kesederhanaan.

Rupanya, apa yang nampak pada poto, bukanlah lalu-lintas di sosial media semata. Kesederhanan yang ada di poto, tak lain pembawaan Jenderal Bintang Empat itu. 

Bagi kebanyakan masyarakat, penampilan Jenderal Idham Aziz di poto tersebut menjadi kelangkaan tersendiri. Pasalnya, sejauh ini masyarakat memang acap kali disuguhi poto-poto para pejabat yang tidak segan menunjukan kemewahan dan keglamorannya. Itulah mengapa, saat poto Jenderal Idham Azis itu tersebar di sosial media, banyak publik yang memberikan reaksi dan apresiasi terkait kesederhanaan Jenderal Idham Azis.

Menurut saudara perempuannya, Rita, Jenderal Idham Azis memang sosok yang tak ingin menampakan kemewahan. Ia lebih suka menikmati hidup dengan sederhana. Bahkan, meski telah menjadi pejabat dan orang nomor satu di institusi Polri, Jenderal Idham Azis tidak ingin menampakan kemewahaan saat pulang ke kampung halamannya di Kendari.

Bagi seorang pejabat, tentu tak sulit bila ingin mendapatkan fasilitas maupun pelayanan. Namun, keistimewaan itu tidak serta merta dipergunakan oleh Jenderal Idham Azis. Meski memiliki ajudan hingga supir pribadi, Jenderal Idham Aziz tak segan menyetir mobil sendiri.

Selain diungkapkan keluarga, kesederhanaan Jenderal Idham Azis juga diungkapkan oleh Hajjah Fatimah Hasan, guru SD Jenderal Idham Azis. Beliau menngungkapkan tentang sosok mantan muridnya itu yang memang sejak sekolah tidak pernah bertingkah aneh. Pun, terkait tugas yang diberikan oleh gurunya, selalu diselesaikan dengan baik oleh Jenderal kelahiran Kendari tahun 1963 itu.

Menurut Hajjah Fatimah, saat sekolah Jenderal Idham Aziz tergolong siswa yang pandai bergaul dan memiliki banyak teman. Perihal kecerdasan otak Jenderal Idham Azis, gurunya itu tak meragukan lagi. Daya ingat yang baik dan kuat saat menghapalkan surat-surat pendek Al-Qur’an menjadi indikator penilaian sang guru terkait daya ingatan sosok Kapolri itu.

Mungkin, dikarenakan dirinya sosok pengagum kesederhanaan, sehingga ia pun melarang kepada anggota Krop Bhayangkara untuk bergaya hendonis dan menganjurkan kepada seluruh personel Polri untuk menjalankan pola hidup sederhana.

Menjalankan pola hidup sederhana, tentu bukan tanpa maksud. Bagi Jenderal Idham Azis, kesederhanaan memiliki peran penting terhadap pola kepemimpinan seseorang.

Kesederhanaan bagi seorang pemimpin sangatlah penting. Seorang pemimpin yang sederhana, tentu akan lebih tenang saat menjalankan roda kepemimpinannya, sehingga ia bisa mencurahkan dengan totalitas pikiran dan energinya saat mengemban amanat.

Menjadi seorang pemimpin institusi Polri, tentu bukan perkara mudah. Pasalnya, keamanan dan ketertiban di negara ini ditahtakan dipundaknya. Namun, kendati demikian, dengan nilai-nilai kesederhanaan yang dimiliki, problematika yang kompleks, tentu akan lebih mudah dipahami dan diatasi dengan jiwa yang sederhana. Sehingga, di tangan pemimpin berjiwa sederhana, permasalahan yang kompleks, bisa dipecahkan dan diatasi dengan secara sederhana pula.

Oleh karenanya, sudah seharusnya seorang pemimpin memiliki jiwa dan karakter sederhana sebagaimana dengan karakteristik tersebut dapat membantu seorang pemimpin mewujudkan visi dan misi institusi yang dinahkodainya.

Kapolri Jenderal Idham Azis
Poto : Instagram @kapolresiana

__________________________

Ditulis oleh : Dien Albanna, Creative Author

Tinggalkan Balasan