Tanggapan ASSDM, Kapolda NTT, dan Kapolres Belu


“Bhayangkara di Tapal Batas : Kisah Penjaga Etalase Negeri”, menguraikan bagaimana seorang Bhayangkara dengan sumber daya manusia mampu bekerja dan berkiprah di tapal batas, yang merupakan etalase negeri ini. Kapolres Belu, AKBP. Christian Tobing menahkodai Polres Belu agar menjadi Polres yang promoter, baik yang dititikberatkan pada sumber daya manusia Polres Belu, sehingga dalam kiprahnya mampu mengamankan gejolak yang terjadi di di tapal batas, yang notabene telah memenuhi standar reformasi kultural—Inspektur Jenderal Polisi Dr. Eko Indra Heri S, M.M, Asisten Sumber Daya Manusia Kapolri.

Saya sangat menyambut baik atas terbitnya ‘Bhayangkara di Tapal Batas : Kisah Penjaga Etalase Negeri’, sebuah buku yang mengulas tentang kinerja Polres Belu yang profesional, modern dan terpercaya di bawah pimpinan AKBP. Christian Tobing, S.I.K,, M.H., M.Si., yang kami nilai sangat baik dan dapat memecahkan dan menangani setiap dinamika perkembangan kamtibmas yang terjadi di Kabupaten Belu dan Kabupaten Malaka—Inspektur Jenderal Polisi Drs. Raja Erziman, Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur.

Tugas Polri memiliki pengaruh untuk mempertahankan negara kesatuan republik Indonesia, namun kekuatan Polri dalam melaksanakan Harkamtibmas, tentu akan lebih kuat bila terjalinnya kebersamaan dengan masyarakat dalam menciptakan suasana kondusif dan aman. Terkait dengan sinergitas, tentu kami sangat memahami bahwa hal tersebut sangat penting dan perlu dilakukan antara Polri, TNI, pemerintah daerah hingga masyarakat di akar rumput sekalipun. Terlebih lagi, ketika Polri di Belu diberi amanah untuk menjaga tapal batas negeri, yang notabene memiliki dwi tugas sekaligus. Menjaga harkamtibmas di dalam negeri, dan juga menjaga dari gangguan kamtibmas yang berasal dari negara tetangga—AKBP. Christian Tobing, S.Ik., M.H., M.Si, Kapolres Belu.

Tinggalkan Balasan