Sepekan Bertugas, Jaringan Narkoba Dilibas

Sepekan Bertugas, Jaringan Narkoba Dilibas

Sedalam apapun bangkai terbungkus, baunya akan tercium juga. Begitulah kiranya pribahasa yang tepat untuk mengungkapkan keberhasilan AKBP. Alfian Nurizzal dalam menindak pelaku kejahatan di wilayah tugasnya.

Misnadi, 36 tahun, pemuda asal Pamekasan, harus kandas sepak terjangnya sebagai penjual sabu di bumi Pandhalungan setelah dibekuk oleh jajaran Satreskoba Polres Jember. Pelaku dibekuk saat dirinya kedapatan mengedarkan narkoba jenis shabu dengan barang yang akan ditransaksikan.

Penangkapan Misnadin bermula saat mantan Kapolres Probolinggo Kota itu, menerima informasi dari masyarakat. Melalui informasi yang diterima, AKBP. Alfian Nurrizal, yang baru menjabat sepekan di Polres Jember, meneruskan ke Satuan Narkoba untuk kemudian dilakukan pengembangan.

Tak sulit untuk mendapatkan Misnadin. Kuranglebih pukul sepuluh malam, pelaku yang saat itu berada di desa Sukorejo, Bangsalsari, berhasil diamankan Satnarkoba Polres Jember.

Rupanya, berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan AKBP. Alfian Nurrizal, pelaku tidak hanya bertransaksi di Jember. Sokobanah, Sampang, Madura, adalah kota yang acap kali dijadikan tempat transaksi pelaku. Bahkan, Misnadi sudah tiga kali melakukan transaksi di Jember. Untuk pengiriman pertama dan kedua, pelaku berhasil mengirimkan barang haram tersebut dengan masing-masing setiap pengiriman sebesar sepuluh gram dengan upah sebesar lima ratus ribu. Sedangkan transaksi ketiga kalinya, pelaku diminta mengirim barang sebesar dua ratus gram dengan upah sepuluh juta.

“Kami berhasil menemukan satu bungkus sabu seberat 200 gram yang disembunyikan pelaku di shock depan sepeda motornya. Ungkap kasus ini, merupakan salah satu penangkapan terbesar yang telah dilakukan Polres Jember dalam sepekan ini.” ucap AKBP. Alfian Nurrizal, saat menggelar press release di Mapolres Jember, 30 September 2019.

Sebagai ganjaran atas perbuatan, AKBP. Alfian Nurrizal memberikan bingkisan menarik untuk Misnadi berupa pasal 114 ayat (2) sub Pasal 112 ayat (2), UU 35 Tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman maksimal dua puluh tahun penjara dan minimal enam tahun penjara.

Narkoba memang telah menjadi musuh negara. Bahkan, Presiden Joko Widodo juga telah menggenderangkan perang melawan narkoba yang kini peredaraannya telah merambah ke  kalangan pelajar.  Di satu sisi, Kepala Badan Narkotika Nasional, Komjen Pol Heru Winarko, menyatakan bahwa jumlah pelajar—SD hingga SMA/sederajat—terkena narkoba sekitar lima puluh juta anak. Belum lagi, apabila merujuk pada tersangka peredaran narkoba—yang menurut data Polri telah menangkap sebanyak 49.079 orang yang terlibat kasus narkoba sepanjang 2018. Sementara jumlah kasus meningkat dari 2017 ada 36.428 kasus, pada 2018 menjadi 38.316 kasus dan penyelesaian perkara meningkat dari 26.641 kasus menjadi 38.316 kasus.

Dengan adanya data tersebut, tentu menjadi  sebuah bukti bahwa dunia pendidikan menjadi incaran bandar narkoba. Jumlah penyalahguna narkoba yang cukup tinggi, berada pada rentang usia 15-25 tahun. Biasanya, mereka melakukan itu dikarenakan besar pergaulan dengan teman ataupun permasalahan keluarganya

Narkotika, alkohol, psikotropika, zat-zat adiktif dan obat-obatan berbahaya lainnya kini sudah merambah sekolah sekolah. Penggunaan heroin dalam bentuk putaw dan penggunan amphetamine dalam bentuk shabu dan ekstasi sudah amat lazim ditemukan di antara pemakai narkoba di kalangan siswa Sekolah Menengah. Berani menolak, dan berani berkata tidak merupakan tindakan yang lebih mudah daripada keluar dari jerat narkoba

Sebagai Kasatwil, AKBP. Alfian Nurrizal memang sudah seharusnya melaksanakan harkatibmas berikut penegakan hukum yang professional dan berkeadilan sebagaimana menjadi Program Prioritas Kapolri Jenderal Idham Azis. Penanganan secara preemtive, preventif hingga represif, terhadap segala bentuk indikasi maupun kejahatan yang telah terjadi, harus ditegakan sebagaimana komando Tribrata Satu yang menghendaki institusi Polri menjadi penegak hukum professional serta berberkeadilan, tanpa terkecuali melibas pengguna, pengedar, hingga bandar narkoba.

Tinggalkan Balasan