Satgas Delivery SIM Polres Gresik

Satgas Delivery SIM Polres Gresik


Terobosan perlu dilakukan untuk memecahkan masalah yang berlarut. Berpikir out of the box diperlukan oleh seorang pemimpin guna memecahkan masalah dengan cepat dan tepat. Karena sejatinya pemimpin adalah otak dari semua gerak yang dilakukan di suatu organisasi atau lembaga. Pun, dengan Polri, tentu sudah seharusnya memiliki terobosan guna memberikan pelayana kepada masyarakat dengan optimal dan efisien.

Di era digital, banyak bermunculan perusahaan start-up yang menyediakan berbagai pelayanan berbasis teknologi dengan salah satu tujuannya adalah efisiensi untuk melayani konsumen.Sebagaimana perusahaan start-up yang notabene perusahaan swasta, perusahaan itu berupaya memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat sebagai target market.

Alih-alih tak ingin kalah dengan perusahaan start-up yang kini marak berkembang, AKBP. Kusworo Wibowo meluncurkan terobosan terbarunya guna  melayani masyarakat di wilayah hukumnya. Kapolres Gresik itu tentu tak boleh ketinggalan seperti perusahaan start-up, yang memiliki terobosan-terobosan baru.

Menanggapi keluhan masyarakat yang mengantri berjam-jam di Satpas Polres Gresik, AKBP. Kusworo Wibowo berpikir keras. Melihat kondisi yang demikian, Kapolres Gresik itupun menilai antrian hingga empat jam, akan membuat pelayanan tidak efisien.

Banyaknya komentar yang mengeluhkan pelayanan Smart SIM di Satpas, kemudian menjadi pelecut AKBP. Kusworo Wibowo untuk membuat terobosan baru.

Satgas Bhabin SIM Delivery

Adalah terobosan yang diciptakan AKBP. Kusworo sebagai peredam keluhan masyarakat terkait empat jam mengantri di Satpas Polres Gresik.

“Pembentukan satuan tugas ini untuk merespon keluhan masyarakat di sosial media terkait antrean panjang hingga empat jam di Satpas SIM.” ujar AKBP. Kusworo Wibowo.

Sebenarnya, antrian panjang empat jam yang dikeluhkan, bermula saat habisnya material SIM menjelang launching Smart SIM. Dikarenakan material belum datang, pemohon yang telah menjalani proses pembuatan SIM diberi resi sebagai alat bukti untuk mengambil SIM apabila materialnya sudah tersedia. Namun, semua diluar dugaan. Material SIM tak kunjung datang hingga tiga bulan lamanya dan keterlambatan itu menyebabkan penumpukan pemohon hingga lima belas ribu pemohon.

Itulah yang kemudian melatarbelakangi tercipta Satgas Bhabin Delivery SIM yang beranggotakan Bhabinkamtibmas di masing-masing Polsek. Tugas mereka mendistribuskan SIM kepada pemohon yang telah melakukan foto dan mempunyai resimen bank asli.

Sejak Satgas Bhabin Delivery SIM diluncurkan, beragam tanggapan positif masyarakat pun bermunculan; langsung maupun melalui sosial media.

Adiya Iffansyah, warga Ujungpangkah, mengaku kini tidak perlu ke kota untuk mengambil smart SIM karena bisa mengambil di Polsek.

Respon positif lain, juga muncul di media sosial. Netizen memuji AKBP. Kusworo Wibowo karena dinilai telah memberikan solusi konkret memecahkan masalah antrean panjang  di Satpas SIM, yang selama ini acap kali terjadi.

“Lak ngunu lo Pak Kapolres … Wong-wong iki nek njupuk SIM gak antri ambek kruntelan nok Satlantas Randuagung.” komentar Widodo Cuper di Facebook.

Selain di Facebook, komentar senada juga disampaikan melalui akun Instagram. Akun @bowonono dan @anabelgine, misalnya. Dengan bahasa daerah yang kental, mereka mengapresiasi terobosan Kapolres Gresik itu.

Joss, Kapolres sing anyar. Gak perlu susah-susah ngantri suwe.tulis @bowonono

“Iki lor sing jenenge Polisi mengayomi, melayani masyarakat,” tulis @anabelgine

Terobosan yang diluncurkan AKBP. Kusworo Wibowo menjadi angin segar masyarakat Gresik. Dengan adanya Satgas Delivery SIM, mereka yang jarak rumahnya jauh dari Satpas, bisa mengambil SIM di Polsek terdekat. Bahkan, tak hanya itu. Selain mengantarkan, Satgas Delivery SIM juga melayani masyarakat yang ingin mengurus SIM baru maupun memperpanjang SIM.

Selain dikarenakan keluhan masyarakat, terobosan yang dilahirkan oleh AKBP. Kusworo Wibowo itu tidak dipungkiri dilatarbelakangi atas paradigma jual-beli di era revolusi industri 4.0 yang marak saat ini.

Begitulah zaman yang kini terus bergerak dengan pesat. Dulu, pembeli harus mendatangi penjual untuk memperoleh barang. Namun, skema itu sudah tidak belaku lagi. Di era teknologi seperti saat ini, jual beli tidak harus bertatap muka secara langsung.

Jika diibaratkan perusahaan start-up, kepolisian adalah sebuah ‘perusahan’ yang menjual pelayanan dengan target konsumen adalah masyarakat.

Agar ‘perusahaannya’ tidak mendapatkan complain, AKBP. Kusworo Wibowo menerapkan pelayanan berupa pengantaran SIM dengan dua metode. Pertama, Smart SIM diantarkan ke Polsek, untuk kemudian masyarakat mengambil di Polsek terdekat. Kedua, Smart SIM bisa diantarkan oleh Bhabinkamtibmas ke rumah masyarakat, sehingga mereka tidak perlu mengantri berjam-jam seperti yang dikeluhkan selama ini.

Kerennya lagi, delivery SIM itu tidak dipungut ongkir.

Alias, gratis.

Tinggalkan Balasan