Polres Probolinggo Musnahkan Biang Kriminalitas

Polres Probolinggo Musnahkan Biang Kriminalitas
Apapun yang sifatnya menimbulkan kriminalitas dan keresahan masyarakat, harus tetap dilakukan penindakan, tanpa terkecuali penindakan terhadap pelaku minuman keras

Miras adalah minuman terlarang karena dapat memabukkan dan menghilangkan akal. Faktanya, tak sedikit kriminalitas yang terjadi, disebabkan pelaku yang sebelumnya menenggak miras terlebih dahulu sebelum melakukan aksinya. Itulah mengapa, saat melakukan aksi kriminalitas, mereka acap kali berada di luar batas—melukai hingga membunuh korban—karena akal mereka sudah hilang.

Dikarenakan betapa berbahayanya mirasantika—terlebih lagi narkoba, maka tak ayal apabila kemudian Presiden Joko Widodo menggenderangkan perang untuk musuh negara bernama narkoba tersebut.

Operasi benda-benda haram dan terlarang itu terus digencangkan oleh AKBP. Eddwi Kurniyanto. Melalui Satuan Narkoba-nya, ia memerintahkan untuk gencar melakukan operasi dengan merazia tempat-tempat yang dijadikan peredaran minuman keras maupun narkoba. Pun, melalui Satuan Lalu-Lintas, Kapolres Probolinggo tak kalah gencar memerintahkan mereka untuk menindak pengendara yang berindikasi membuat keresahan di jalan raya.

Melalui kedua satuannya—Satnarkoba dan Satlantas—AKBP. Eddwi Kurniyanto pun berhasil mengamankan barang-barang hasil operasi. Kurun menjalankan ungkap dan Operasi Lilin 2018, AKBP. Eddwi Kurniyanto operasi berhasil mengamankan berupa 1.700 botol miras, 31.30 gram sabu dan 2000 butir pil, 25 knalpotbrong dan 20 pelek tak berstandart.

Disaksikan oleh Ketua Pengadilan Negeri, Kasipidum Kejaksaan Negeri, Ketua MUI, Asisten I Pemkab Probolinggo, Kasatpol PP, hasil ungkap kasus dan Operasi Lilin 2018 itu kemudian dimusnahkan oleh AKBP. Eddwi Kurniyanto dengan bulduser di halaman Mapolres Probolinggo.

Pemusnahan benda haram dan terlarang itu dilakukan sebagai bukti bahwa Polres Probolinggo aktif memerangi biang kejahatan. Selain itu, dengan dihadiri oleh jajaran Muspida Kabupaten Probolinggo, adalah sebuah pertanda bahwa Kabupaten Probolinggo menentang adanya biang kriminalitas di wilayahnya.

Razia mirasantika dan kendaraan yang tidak sesuai standart, tentu saja tidak dilakukan saat menjelang Natal dan Tahun Baru semata. Tidak pula hanya dilakukan saat menjelang puasa maupun Idul Fitri. Pemberantasan biang kriminalitas dilakukan setiap hari sebagai upaya Polres Probolinggo benar-benar menghendaki wilayahnya terbebas dari biang kriminalitas yang notabene dapat mengganggu kondusifitas kamtibmas.

Meski telah memusnahkan biang kriminalitas dengan menggilas ribuan botol miras, tentu AKBP. Eddwi Kurniyanto tak lantas berpuas diri. Bersama jajarannya, ia terus melakukan perlawanan terhadap peredaraan miras di wilayah tugasnya. Terlebih lagi, miras termasuk penyakit masyarakat yang sangat mudah sekali menular. Kapolres Probolinggo itu tentu harus terus menggenderangkan perang melawan mirasantika dan tegas memberikan efek jera terhadap pengkonsumsi, pengedar, maupun bandar benda haram dan terlarang itu.

Soal memberantas biang kriminalitas di Probolinggo—atau di seluruh wilayah Indonesia—memang tidak bisa dilakukan oleh kepolisian sendiri. Untuk itu, AKBP. Eddwi Kurniyanto sangat berharap adanya peran masyarakat, yang turut bersama-sama Polri memberantas peredaran mirasantika atau hal-hal yang berindikasi menganggu dan meresahkan ketertiban umum di tengah masyarakat.

Sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui rupanya dilakukan AKBP. Eddwi Kurniyanto. Di hadapan rekan media, selain dirinya menyampaikan keberhasilan ungkap kasus berikut hasil razia Operasi Lilin Semeru, juga berpesan, agar saat merayakan tahun baru 2020, masyarakat tidak berlebihan serta tetap mengedepankan kewaspadaan, ketertiban dan keamanan bersama.

Sebagai pamungkas, sebelum menutup wawancaranya dengan rekan media, Kapolres Probolinggo juga mengajak segenap masyarakat bersinergi untuk memberantas mirasantika agar masyarakat bebas dari pengaruh negatif yang dipicu oleh mirasantika; minuman keras dan narkoba

Tinggalkan Balasan