Polres Oku Selangkah Menuju Masa Depan

Polres Oku Selangkah Menuju Masa Depan


World Population Prospect (WPP) memprediksikan bahwa di tahun 2018, jumlah penduduk di dunia mencapai 8, 6 milyar. Sebuah angka yang cukup fantastis. Jumlah penduduk tersebut tak pelak melahirkan dampak persaingan cukup ketat.

Tentunya, tak semua manusia menjadi pemimpin di kelompok, organisasi, atau negara. Namun, satu hal yang pasti, di antara mereka akan ada satu manusia yang didaulat menjadi pemimpin.

Hal demikian itu juga terjadi di institusi Polri. Di antara lima ratus tujuh puluh sembilan ribu personil—hanya satu orang yang menduduki kursi Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Terlepas memiliki tanggungjawab yang besar, sudah seharusnya pemimpin dapat mengorganisir semaksimal mungkin institusinya; organisir waktu hingga perilaku. Maka, jika hal itu bisa dilakukan, niscaya menjadi pemimpin bukan suatu kesulitan dan jalan membawa masyarakat ke arah perbaikan, tak sulit untuk dilakukan. Sehingga, tongkat kepemimpinan yang digenggamnya sangat jelas akan dibawa ke mana institusi yang dinahkodainya.

Memimpin organisasi ataupun negara berbeda dengan memimpin diri sendiri ataupun keluarga. Permasalahan yang datang pastinya tak sama. Kompleks-nya permasalahan dan tantangan dalam organisasi, harus diimbangi wawasan yang luas—indikator yang harus dimiliki pemimpin, agar dapat menyelesaikan permasalahan  secara open minded.

Singkatnya, Step to the Futurecommander wish  AKBP. Tito Hutauruk, tidak akan berhasil apabila Polri di Oku, tidak memberlakukan diri dengan open minded.

Mau menerima perkembangan zaman, mengembangkan diri dengan pengetahuan baru, hingga melahirkan produktifitas, merupakan kunci terwujudnya Step to the Future yang dicanangkan AKBP. Tito Hutauruk.

Sebagai pimpinan Polri di Oku, AKBP. Tito Hutauruk berkewajiban membawa institusinya berkembang dan maju. Namun, alumnus AKPOL tahun 2000 itu, juga menyadari bahwa perkembangan dan kemajuan tak mungkin bisa diraih apabila komponen manusia di organisasi itu tidak mau melangkah.

Step to the Future.

Commander Wish itu kuranglebih memiliki tujuan agar Polri di Oku dapat menjadi lebih baik sebagaimana disimbolkan dengan melangkah.

Step to the Future merupakan commander wish yang mengandung filosufi. Dengan step to the future, AKBP. Tito Hutauruk secara tersirat mengakui bahwa sejatinya manusia adalah mahluk yang tak akan pernah sempurna sampai kapanpun. Namun, kendati demikian, manusia tetap wajib mengupayakan diri, organisasi, bangsa, hingga negaranya untuk menjadi lebih baik dari masa lalu.

Kapolres Oku tidak menekankan kepada personel Polri di Oku untuk berjalan berkilo-kilo. Cukup selangkah tapi rutin dilakukan, itu lebih baik daripada melangkah berkilo-kilo, tapi berhenti di tengah jalan, sehingga future yang dimaksud tidak bisa dicapai.

Melangkah yang dimaksud Kapolres Oku bisa beragam. Melangkah displin, kreatif, inovatif, dan melangkah lain yang ditujukan untuk masa depan lebih cerah. Kuncinya, adalah dengan produktivitas, termasuk menjalankan tugas sebagaimana visi dan misi institusi.

Dikarenakan Step to the Future diperuntukan sebagai visi institusi, maka diperlukan kerjasama antara pemimpin dan anggota dengan penuh kebersamaan dan kenyamanan.

Tak ada pemimpin hebat tanpa bawahan dan begitupun sebaliknya. Sehebat apapun bawahan, tanpa pimpinan, mustahil bisa mengarahkan bakat dan produktivitas.

Tak ada yang mudah dan instan di dunia ini. Bahkan, untuk menjadi bayi  saja harus melalui proses dan butuh waktu tak singkat. Untuk itulah, dikarenakan semua membutuhan proses, AKBP. Tito Hutauruk memberlakukan filosufi proses alam dalam kebijakan kepemimpinannya.

Berjalan selangkah demi selangkah.

Toh, bukankah perjalanan seribu mil, juga dimulai dan dilalaui dari selangkah demi selangkah?

Itulah yang diharapkan Kapolres Oku. Ia ingin jajaran dan anggotanya membangun institusi bersama-sama dengan selangkah demi selangkah untuk tujuan di masa depan; menjadi lebih baik.

***

Tinggalkan Balasan