Kekeringan tak Sekadar Kekurangan Air, tapi …

Kekeringan tak Sekadar Kekurangan Air,

Kami selaku Kepala Dusun Sagena mengucapkan terimakasih atas bantuan yang diberikan Bapak Kapolres. Bantuan air bersih ini, sangat membantu kami.” Musa Daud, Kepala Dusun Sagena.


Kemarau panjang tak pelak menghadirkan ironi bagi masyarakat. Sungai dan sumur yang tadinya menghasilkan air, perlahan-lahan surut karena hujan yang masih enggan turun. Akibatnya, sejumlah wilayah di Indonesia mengalami kekurangan air.

Kekeringan dan kekurangan air bersih, tak pelak terjadi di Sumbawa Barat. Sejumlah desa yang terletak di kabupaten itu, mengalami nasib serupa dengan sejumlah wilayah lain di Indonesia.

AKBP. Mustofa tak lantas tinggal diam. Sebagai pelaksana harkamtibmas, tugasnya tak hanya memberantas kriminalitas. Mengetahui masyarakat-nya kekurangan air bersih, AKBP. Mustofa segera  mencari solusi agar permasalahan yang dialami masyarakat-nya bisa segera teratasi.

Kapolres Sumbawa Barat itu segera melakukan sinergitas. Bersama Perusahaan Daerah Air Minum, ia membagikan air bersih untuk masyarakat di wilayah hukumnya. Tak hanya satu desa yang mengalami kekeringan. Nyaris, semua desa yang ada di Sumbawa Barat mengalami hal serupa.

Tak hanya sekali atau dua kali penanggulangan kekurangan air bersih itu dilakukan. Tak hanya jajaran dan anggota yang melakukan pendistribusian air bersih ke desa-desa yang membutuhkan. Penanggulangan kekurangan air bersih itupun dipimpin langsung oleh AKBP. Mustofa.

Soal kekeringan, memang disebabkan oleh faktor musim. Namun, kendati manusia tidak bisa mempengaruhi musim, Kapolres Sumbawa Barat itu tak lantas pasrah terhadap musim penyebab kekeringan itu.

Kekeringan memang bukan kriminalitas. Namun, sebagai representatif negara yang harus berada di tengah warga negara, menuntut dirinya untuk turut tangan mengatasi permasalahan masyarakat, tanpa terkecuali perihal kekeringan yang melanda di wilayah tugasnya.

Mungkin, sebagian orang menganggap kekeringan hanya sebatas defit air. Memang, itu tidak salah. Namun, apa yang menjadi pemahaman sebagian orang, ternyata tak berlaku bagi orang nomor satu di Polres Sumbawa Barat.

AKBP. Mustofa tak hanya memandang kekeringan sebatas kekurangan air semata. Jauh daripada itu, ia memandang kekeringan yang berkepanjangan, bisa menjadi bencana yang dapat mengganggu stabilitas kamtibmas apabila tidak segera diatasi.

Inilah yang harus disepakati bersama terlebih dahulu. Kekeringan tidak hanya sebatas kekurangan air, tetapi bagian dari bencana yang harus ditanggulangi oleh pemerintah layaknya bencana alam lainnya; tsunami, gempa, termasuk kekurangan air bersih yang notabene merupakan sumber utama kehidupan manusia.

Kekeringan tidak hanya sebatas kekurangan air, tetapi bagian dari bencana yang harus ditanggulangi

Untuk itulah, soal kekeringan dan kekurangan air bersih di wilayah hukumnya, AKBP. Mustofa ingin pemerintah daerah menerapkan pencegahan dan penanggulangan layaknya bencana alam lainnya—terkandung di Undang-Undang Nomor 24 tahun 2007—bencana adalah serangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan bermasyarakat, yang bisa disebabkan faktor alam ataupun non alam, yang kemudian dapat menimbulkan korban jiwa, kerusakan lingkungan, kerugian harta maupun dampak psikologis.

Desa Seloto, Tua Nanga, Kiantar, dan Kuang Busir, adalah sebagian desa yang telah menerima bantuan air bersih dari AKBP. Mustofa. Jumlah pendistribusian air besih pun tak tanggung-tanggung. Nyaris, setiap harinya, AKBP. Mustofa memimpin pendistribusian air bersih sebanyak 15.000 hingga 20.000 liter.

Pun, soal jangka waktu. Tak ada batas waktu yang ditentukan oleh Kapolres Sumbawa Barat itu. Tatkala ada masyarakat yang melaporkan kekurangan air bersih, maka AKBP. Mustofa akan segera mendistribuskan kepada mereka.

“Hampir seluruh desa di Sumbawa Barat mengalami kekeringan. Untuk itu, kami akan terus distribusikan 15.000 hingga 20.000 liter air bersih untuk membantu masyarakat yang mengalami kekurangan air bersih.” ucap AKBP. Mustofa, di sela-sela membagikan air bersih di Desa Tua Nanga.

Selain didorong rasa kepeduliaan dan kemanusiaan, apa yang dilakukan AKBP. Mustofa tak lain  atas kepatuhannya menjalankan misi markas besar sebagaimana tercantum di Program Kapolri tentang Quick Wins Polri; sebagai Penegak Revolusi Mental dan Tertib Sosial di Ruang Publik.

Bagi AKBP. Mustofa, pendistribusian air bersih tak hanya membantu masyarakat semata. Jauh daripada itu, pendistribusian air bersih ke desa-desa yang membutuhkan, dijadikan sarana silaturahmi sekaligus mendengarkan apa yang menjadi keluhan hingga kebutuhan masyarakat di akar rumputnya.

Pendek kata, melalui pendistribusian air bersih, AKBP. Mustofa ingin menyampaikan secara tersirat bahwa Polri selalu ada di tengah masyarakat, termasuk saat mereka membutuhkan air bersih; Polri di Sumbawa Barat, siap membantu masyarakat.

.

Tinggalkan Balasan