Kapolres Lebong Kawal Ketat Malam Misa

Kapolres Lebong Kawal Ketat Malam Misa

Seratus dua puluh pasukan, meliputi : TNI, Polri, Senkom, Banser NU dan Pemuda Muhamadyah, telah disiapkan oleh Kapolres Lebong dengan satu misi bersama : mengamankan malam Natal dan Tahun Baru di kabupaten Lebong, Bengkulu.



Menjamin keamanan dan ketertiban masyarakat, memang sudah menjadi tugas Kepolisian. Dan, seperti biasanya, di akhir tahun dan menjelang Tahun Baru, seperti jajaran kepolisian melakukan kesiapsiagaan pengamanan dan pemantauan dua momen di akhir tahun itu.

Kendatipun, kebanyakan orang bersantai dengan libur akhir tahunnya, tapi hal itu tidak berlaku bagi abdi negara berseragam Bhayangkara itu. Justru, menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru, institusi Tribrata itu semakin memperkuat sinergitas bersama TNI, Pemerintah Daerah, organisasi kemasyarakatan, bahkan hingga masyarakat di akar rumput, dengan satu tujuan bersama : aman, damai, dan lancarnya perayaan malam Natal dan Tahun Baru.

Menjadi abdi negara, seperti prajurit Bhayangkara, memang harus siaga kapanpun dan di mana pun. Lagipula, kemungkinan terjadinya gangguan kamtibmas bisa terjadi dimana dan kapan saja, kan?

 Apalagi, momen perayaan keagamaan seperti Natal, gangguan dari oknum tak bertanggungjawab yang ingin menebarkan keresahan—aksi teror bom, misalnya—tentu menjadi sangat perlu diantisipasi dan diwaspadai melalui operasi lilin yang digelar oleh jajaran kepolisian di Indonesia.

Tak hanya teror bom yang perlu diwaspadai. Pada dasarnya, operasi Lilin adalah suatu upaya Polri bersama instansi terkait untuk melakukan antisipasi terhadap indikasi-indikasi yang dapat mengganggu jalannya perayaan Natal umat Kristiani dan perayaan Tahun Baru. Singkatnya, apapun bentuknya, selama berindikasi menganggu keresahan masyarakat dan mengganggu stabilisas kamtibmas, sudah seharusnya diantisipasi dan ditangani secara serius agar indikasi yang tadinya kecil tidak menjadi percikan api yang bisa meluas.

Operasi Lilin digelar oleh jajaran kepolisian, tanpa terkecuali oleh kepolisian di resort Lebong. Tak jauh berbeda dengan misi operasi lilin di wilayah lainnya. Operasi Lilin yang diselenggarakan Polres Lebong—yang kemudian diberinama Operasi Lilin Nala 2019—bertujuan mengamankan Nataru dari percikan-percikan yang dapat menganggu kondusifitas kamtibmas

Sebagai salah satu penanggungjawab hukum di Lebong, AKBP. Ichsan Nur tentu tak ingin kecolongan dari mereka yang berupaya menebar kerusuhan. Baginya, kondusifitas kamtibmas di Lebong tidak boleh terganggu sedikit pun. Tidak hanya saat perayaan Natal dan Tahun Baru saja. Tekad dan komitmen itu juga terus berlaku kendati dua momen akhir tahun itu telah belalu.

Seratus dua puluh pasukan, meliputi : TNI, Polri, Senkom, Banser NU dan Pemuda Muhamadyah, telah disiapkan oleh Kapolres Lebong dengan satu misi bersama : mengamankan malam Natal dan Tahun Baru di kabupaten Lebong, Bengkulu.

Seratus dua puluh personil itu kemudian disebar di beberapa titik. Tidak kurang dari tiga titik wilayah di Kabuaten Lebong akan ditempatkan petugas pengamanan. Tiga wilayah yang menjadi pusat pengamanan, meliputi : Lebong Atas, Lebong Utara serta Lebong Selatan.

Usai memeriksaan kelengkapan anggota dan sarpras yang akan dibawa, AKBP. Ichsan Nur segera memberangkatkan pasukan. Mereka diberangkatkan tepat 20:00 WIB dengan titik lokasi pemberangkatan dari terminal Muara Aman.

Tepat di waktu yang telah disepakati, AKBP. Ichsan Nur dan Mayor Inf. Yon Anison, Kodim 0409/RL, beserta rombongan menuju Gereja Kristen Injil Indonesia (GKII) dan Gereja Katolik ST. Matius.

Tak sekedar memimpin personil Operasi Lilin Nala, AKBP. Ichsan Nur juga diberi mandat untuk menyampaikan sambutan kepada jamaah di kedua yang  kebetulan Gereja Kristen Injil Indonesia (GKII) dan Gereja Katolik ST. Matius letaknya berdekatan dan hanya terpisah jalan raya. Sehingga, dengan keberadaan Gereja yang saling berdekatan itu, tentu semakin mempermudah mobilitas AKBP. Ichsan Nur ketika memantau dan mengunjungi dua Gereja tersebut.

“Kami akan terus menjaga dan bersiaga. Menjalankan misi Operasi Lilin Nala untuk memberikan rasa aman bagi umat Kristiani yang sedang merayakan hari keagamaan Misa Malam Natal. Untuk itu, siapapun yang mencoba menganggu jalannya Misa, akan berurusan langsung dengan kami.” tandas alumnus AKPOL 1999, saat memberikan sambutan di Gerja Kristen Injil Indonesia dan Gereja Katolik ST.

Tak hanya di tempat ibadah. Pengamanan juga dilakukan di tempat-tempat wisata. Mengingat, Nataru bertepatan dengan liburan akhir tahun, pasti membuat tempat wisata akan penuh sesak. Sehingga, di tengah keramaian masyarakat yang membludak, tentu membutuhkan pengaman ekstra. Tak tanggung-tanggung. Guna memastikan dan menjamin kamtibmas tetap kondusif, AKBP. Ichsan Nur menggunakan sistem pengamanan standar Internasional.

Miroring dan metal detektor digunakan saat giat Pengamanan. Setiap kendaraan yang hendak masuk ke tempat wisata ataupun Gereja, akan mendapatkan pengecekan terlebih dahulu dengan menggunakan mirroring. Sementara untuk barang bawaan, AKBP. Ichsan Nur, memberlakukan pemeriksaan dengan metal detektor.

Kapolres Lebong Kawal Ketat Malam Misa

AKBP. Ichsan Nur, sedang melakukan pengamanan ketat jalannya malam Misa Natal bersama TNI, dan organisasi kemasyarakatan

Tinggalkan Balasan