Beginilah Tugas Pengawal Simbol Negara

Beginilah Tugas Pengawal Simbol Negara

Perjalanan demi perjalanan sebagai abdi Bhayangkara telah dijalankannya. Suka dan duka yang senantiasa mengiringi perjalanan di Tanah Jawara, juga telah dirasakan olehnya. Tak terasa, telah dua tahun ia berada di Tanah Jawara untuk menjalankan titah negara sebagai pelayan, pelindung dan pengayom masyarakat berikut menegakan hukum.

Keberhasilan ungkap kasus berikut terobosan inovasi menjalankan tugas, juga telah digenderangankan bersama jajaran dan anggotanya. Pun, dengan slogan niatkan setiap hembusan napas dan langkah sebagai ibadah, tak pernah ditanggalkan orang nomor satu di Polresta Tangerang itu. Tidak hanya saat menjalankan tugas semata, prinsip itu juga diterapkan dirinya di dalam kehidupan sehari-hari. Selama ia masih bernapas dan melangkah, maka selama itupula apa yang dilakukan dan dikerjakan, diniatkan dirinya sebagai ibadah kepada Allah SWT.

Kiranya benar apa yang disampaikan orang bijak. Jika segala sesuatu diniatkan untuk akhirat, maka dunia akan mengikuti. Kata-kata itu tentu tak salah bila kemudian dinisbatkan kepada pucuk pimpinan di Polresta Tangerang itu. Niatnya menjalankan tugas negara yang kemudian dipatrikan sebagai ibadah, rupanya berbuah kepercayaan yang lebih besar.

 Untuk mendapat kepercayaan lebih tinggi, tentu tak datang serta-merta. Semua ada prosesnya, tanpa terkecuali berproses saat menjalankan amanat yang diberikan kepadanya. Kesabaran, keteguhan, berikut keberhasilan melahirkan inovasi dalam pelaksanaan tugas, hingga akhirnya membuahkan kepercayaan yang lebih besar untuk diembannya.

Tak ubah seperti kandidat lainnya, Sabilul Alif juga melaksanakan serangkaian seleksi. Kesehatan fisik, jiwa, psikologi, kompetensi bahasa, security clearance, hingga wawancara performa, adalah serangkaian tes yang telah dilaksanakan oleh Kapolresta Tangerang itu.

Tahap demi tahanp dilaluinya dengan penuh rasa syukur. Saat melalui tes dengan baik, misalnya. Hal-hal kecil itu tak luput disyukuri  Sabilul Alif sebagaimana hal itu merupakan bagian dari ibadah.

Tak dipungkiri, memang. Sejauh ini, sabar dan syukur menjadi pedoman saat dirinya melangkah dan menghembuskan napas dalam menjalani segenap rangkaian kehidupan, tanpa terkecuali saat dirinya melaksanakan seleksi sebagai ajudan Wakil Presiden.

Selama satu minggu, 9 September – 13 September 2019, Kapolresta Tangerang itupun menjalankan serangkaian tes seleksi calon Ajudan Wakil Presiden Republik Indonesia tahun 2019.

Menjadi ajudan Wakil Presiden tentu memiliki tanggungjawab lebih besar daripada saat dirinya mengemban amanat sebagai Kapolres. Adapun beberapa garis besar tugasnya sebagai ADC Wakil Presiden adalah memberikan dukungan dan pelayanan administrasi, pelaksanaan pengamanan fisik pasif, pelayanan protokoler sehubungan dengan kegiatan Wakil Presiden, pelaksanaan pengamanan dan menjaga kerahasiaan dokumen-dokumen negara sesuai klasifikasi.

Soal pelaksanaan pengamanan hingga dokumen negara, bukan hal asing baginya. Jika pun ada perbedaan dalam pengawalan, tak lain hanya ‘sosok yang dikawal’. Jika sebelumnya yang dikawal, dilayani, dan diayomi adalah masyarakat di wilayah tugasnya—ketika menjadi ADC Wakil Presiden—yang dikawal dan diayomi adalah simbol negara nomor dua di Republik ini. Oleh karena itulah, Sabilul Alif harus lebih power full menjaga kelancaran, kesehatan, dan keselamatan Wakil Presiden, baik saat menjalani kehidupan pribadi maupun tugas kenegaraan.

Menjadi ajudan Wakil Presiden tak semata mengawal dan mendukung sosok orang nomor dua di republik ini. Menjaga Wakil Presiden dari hal tak diinginkan—dari tindak kejahatan, misalnya—bisa dikatakan sebagai bentuk mengawal mandat rakyat yang dipercayakan kepada Wakil Presiden.

Singkatnya …, bila hal buruk terjadi pada Wakil Presiden, bukan tak mungkin hal itu turut berdampak terhadap pelaksanaan tugasnya, bukan? Itulah mengapa, tugas Sabilul Alif dikatakan berat. Sebab, ia harus extra menjaga dan mengawal simbol negara, yang notabene pelaksana amanat rakyat di republik ini. Terlebih lagi, KH. Ma’ruf Amin—Wakil Presiden yang mendampingi Presiden Jokowi—adalah sosok ulama besar dan kyai kharismatik.

Ada dua kebanggaan tersemat di benak Sabilul Alif saat dirinya terpilih sebagai ajudan Wakil Presiden. Pertama, ia bangga karena mendapat amanat sebagai ajudan Wakil Presiden. Dan, kedua, bangga karena mengawal seorang ulama yang merupakan warosatul anbya.

“Terimakasih tiada tara kepada orangtua, istri, anak-anak, dan segenap keluarga atas doa yang telah diberikan kepada saya.” ucap Sabilul Alif saat dirinya mengetahui hasil tesnya keluar dengan membanggakan. “Terimakasih yang sebesar-besarnya saya ucapkan juga kepada segenap Bhayangkara di Polresta Tangerang, Fokopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat maupun adat, berikut segenap masyarakat Tangerang, yang telah bersama-sama membangun kondusifitas di Tangerang. Banyak kisah dan pelajaran dari ulama, sesepuh, guru-guru, hingga masyarakat yang telah saya serap. Saya tidak menampik, tanpa kota Tangerang, saya tidak akan mengalami serangkaian sejarah kehidupan. Untuk itu, saya mohon doa segenap elemen masyarakat di Tanah Jawara, agar saat menjalankan tugas sebagai ajudan Wakil Presiden Republik Indonesia periode 2019-2024, saya diberi kelancaran dan keselamatan serta amanah dalam mengawal simbol negara nomor dua di republik Indonesia ini,” lanjut Sabilul Alif dengan suara bergetar menahan haru.

***

Tinggalkan Balasan