AKBP. Yani Permana, Kapolres Pertama Kubu Raya

Dua kali dipercaya menjadi orang pertama, maka dua kali pula AKBP. Yani Permana, tercatat sebagai Manggala Bhayangkara yang membuka sejarah di empat institusi negara.

 

Menjadi yang pertama di sebuah lembaga, dan menjadi nomer pertama bukan perkara mudah. Pasalnya, menjadi pertama berarti membuka pintu sejarah. Jika baik suatu permulaan, niscaya ke belakangnya akan mengikuti. Namun, sebaliknya. Jika di awal saja sudah salah melangkah, tentu akan melahirkan kesemrawutan di tengah jalan.

Memang, hal ini tidak bisa dijadikan pedoman seutuhnya. Toh, adanya regenerasi adalah sebuah upaya perbaikan dari apa yang telah dilakukan generasi sebelumnya. Namun, percayalah, menjadi orang pertama dan bahkan orang terdepan, bukan tanpa tanggungjawab yang berat. Mau atau tidak. Suka atau tidak suka. Menjadi orang pertama sama halnya dengan membuka sejarah; yang akan dikenang manis generasi selanjutnya, atau sebaliknya.

Selepas menanggalkan jabatan sebagai Kasubdit Hardabangtah Polda Kalbar, lulusan AKPOL tahun 2000 itu, dipercaya institusi sebagai orang pertama untuk menahkodai Polres Kubu Raya, yang baru diresmikan 19 November 2019 lalu.

AKBP. Yani Permana kemudian dilantik Kapolda Kalimantan Barat, Irjen Pol Didi Haryono, untuk menjadi Kapolres Pertama di Polres Kubu Raya. Sebagai orang pertama yang menahkodai institusi baru, AKBP. Yani Permana tentu diharuskan memiliki etos kerja yang progres dan cekatan, agar Polres Kubu Raya bisa memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat.

Kubu Raya merupakan kabupaten di Provinsi Kalimantan Barat yang  berbatasan dengan Kabupaten Pontianak dan Kabupaten Mempawah. Kubu Raya adalah kabupaten baru, yang  diresmikan dua belas tahun yang lalu. Dan, tepat di tahun kedua belas sejak diresmikan, Kubu Raya baru memiliki Polres sendiri—setelah sebelumnya ikut Polres Pontianak dan Mempewah.

Tujuan didirikan Polres Kubu Raya oleh Kapolda Kalimantan Barat tak lain untuk mewujudkan efektifitas penegakan hukum. Lebih lagi, populasi masyarakat di Kalimantan Barat terbilang kian hari kian meningkat.

Selain menunjang efektifitas hukum berikut memberikan pelayanan kepada masyarakat, pembentukan Polres Kubu Raya juga didorong atas Program Presiden Joko Widodo terkait pemangkasan pelayanan birokrasi yang berbelit-belit dan bukti atas kehadiran negara di tengah masyarakat.

Tentunya, dengan diresmikan Polres Kubu Raya di kabupaten termuda Provinsi Kalimantan Barat, menaruh harapan besar Inspektur Jenderal Polisi Didi Haryono, agar AKBP. Yani Permana, selaku Kapolres pertama, segera dapat membawa Polres Kubu Raya untuk bersinergi dengan program-program Bupati Kubu Raya guna mengarahkan visi dan misi ke arah yang sama; memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat Kubu Raya.

Sebenarnya, peresmian Polres Kubu Raya telah menjadi rencana sejak lama. Namun, rencana itu baru teralisasi di tahun 2019. Selama Polres Kubu Raya berlum diresmikan, wilayah hukum Kubu Raya mendapatkan pengamanan dari dua Polres; Polres Pontianak dan Polres Mempawah, dengan tujuan  efektifitas perlindungan hukum sebelum Kubu Raya memiliki polres secara mandiri.

Dalam pembagian pelayanan hukum tersebut di antaranya : enam kecamatan menjadi tanggungjawab  Polresta Pontianak. Sedangkan sissanya, empat kecamatan, menjadi tanggungjawab Polres Menpawah.

Wilayah yang menjadi tanggungjawab Polresta Pontianak itu adalah Polsek Sungai Raya, Rasau Jaya, Sungai Kakap, Sungai Ambawang, Kuala  Mandor B dan Polsek Kawasan Bandara Supadio Pontianak. Sedangkan Polres Mempawah membawahi empat wilayah pesisir Kubu Raya, di antaranya : Polsek Teluk Pakedai, Terentang, Kubu dan Polsek Batu Ampar. Namun, setelah diresmikannya Polres Kubu Raya, semua wilayah yang menjadi tanggungjawab Polresta Pontianak dan Mempawah, secara otomatis menjadi wilayah tanggungjawab AKBP. Yani Permana.

Kendati Polres Kubu Raya adalah polres termuda di Kalimantan Barat—bahkan di Indonesia—Yani Permana tak lantas membiarkan apa adanya. Kendati masih diliputi serba kekurangan—personel dan sarana pra sarana—AKBP. Yani Permana yakin dengan kemauan, kekompakan, dan daya juang tinggi yang terbangun dengan Bhayangkara Kubu Raya, dirinya bisa mensejajarkan Polres Kubu raya dengan Polres yang telah terlebih dahulu berdiri.Untuk itu, guna mensejajarakan Polres Kubu Raya dengan Polres lainnya, AKBP. Yani Permana menggenderangkan commander wish yang harus dijalankan dengan seksama dan bersama.

BERSINAR

Adalah commander wish Yani Permana, yang memiliki makna Bekerja, Bersinergi, Amanah dan Responsif. Bersinar bukan hanya dijalankan anggota ataupun jajarannya semata. Jauh daripada itu, pelaksana paling utama dari commander wish-nya adalah dirinya sendiri, yang selanjutnya harus menjadi langkah bersama Bhayangkara di Kubu Raya.

Melalui commander wish-nya, AKBP. Yani Permana segera menggerakan para Bhayangkara Kubu Raya untuk segera menjalankan tujuh program prioritas Kapolri Jenderal Idham Azis, guna menjadikan Polri di Kubu Raya ber-SDM unggul demi terwujudnya Indonesia maju sebagaimana visi Presiden Joko Widodo di alenia kedua pemerintahannya.

Mewujudkan Sumber Daya Manusia Unggul, Menata Kelembagaan, Memantapkan Pemeliharaan Keamanan Ketertiban Masyarakat, Menegakkan Hukum secara Profesional dan Berkeadilan, Pemantapan Manajemen  Media,  Menguatkan Sinergi  Polisional dan Memperkuat Pengawasan—ketujuh program prioritas Kapolri itu pelan-pelan dibangun AKBP. Yani Permana di institusinya yang baru itu.

Rupanya, tak hanya  harapan masyarakat setempat. Berdirinya Polres Kubu Raya, juga menjadi dambaan Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan, yang sangat membutuhkan keberadaan Polri sebagai indikator mewujudkan Kamtibmas sebagai indikator mengawal proses pembangunan agar lebih efektif dan cepat. Terlebih lagi, wilayah Kubu Raya berada di Hinterland dan penyangga Ibukota Kalimantan Barat dengan jumlah penduduk 605.000.000 jiwa dan 166.000 rumah tangga dengan luas 700.000 hektar.

Empat puluh lima persen wilayah Kubu Raya merupakan terdiri dari wilayah perairan. Geografis serta demografis semacam itu, tentu menjadi tantangan tersendiri bagi AKBP. Yani Permana yang tentu harus lebih ekstra memelihara keamanan dan ketertiban berikut penegakan hukum di wilayah hukumnya.

Polres Kubu Raya tidak berbeda dengan polres-polres lain yang ada di Indonesia; Polres Kubu Raya adalah institusi negara yang bertupoksi memelihara ketertiban dan kemanan berikut dengan penegakan hukum di wilayah Kubu Raya.

Maka, dengan demikian, sebagaimana tupoksi tersebut, Polres Kubu Raya harus segera beradaptasi dengan program Bupati dan turut memberikan pengawalan dan pengamanan serta menjamin kondusifitas Kubu Raya, agar terhindar dari gangguan kamtibmas yang dapat meresahkan masyarakat berikut menganggu pembangunan daerah hingga nasional.

Sebenarnya, menahkodai institusi negara untuk kali pertama, bukan hal baru bagi AKBP. Yani Permana. Sebelum menjadi orang pertama menahkodai Polres Kubu Raya, AKBP. Yani Permana  juga pernah dipercaya institusi sebagai pucuk pimpinan untuk kali pertama di sejumlah Polsek, di antaranya : Kapolsek Pasir Sakti, Polda Lampung Timur dan Kapolres Kubu Raya, Polda Kalimantan Barat

Empat kali menjadi orang pertama memimpin institusi negara yang baru dibentuk, tentu menjadi sejarah emas perjalanan seorang Manggala Bhayangkara. Empat kali dipercaya menjadi orang pertama, maka empat kali pula AKBP. Yani Permana, tercatat sebagai Manggala Bhayangkara yang membuka sejarah di empat institusi negara.

Dan …, tentunya, tak semua abdi Bhayangkara bisa mendapatkan kesempatan seperti itu, kan?

Tinggalkan Balasan