Kisah Kombes Pol Sabilul Alif di Tangerang

dien albanna - the commander
The Commander : Genderang Bhayangkara di Tanah Jawara merupakan buku yang mengulas tentang pengabdian Komisaris Besar Polisi Sabilul Alif saat mendahkodai Polresta Tangerang dengan commander wish Tangerang Jawara—Jadikan Tangerang Aman, Nyaman, Ramah, dan Kreatif

Era globalisasi yang terjadi dengan cepat, telah memunculkan berbagai dinamika kejahatan berdimensi baru. Realitas tantangan ke depan, harus mampu diatasi agar stabilitas keamanan dapat tetap terjaga. Untuk menghadapi perkembangan zaman dan tantangan yang sedang di depan mata maupun ke depannya, Sumber Daya Manusia Polri menjadi senjata yang paling ampuh untuk menjawab tantangan zaman.

Polri sebagai representatif negara yang memegang mandat sebagai institusi penegak hukum, harus lebih mengedepankan kewaspadaan dan giat memperkaya diri dengan wawasan teknologi dan komuniasi di era globalisasi.

Walau bagaimana pun, Polri adalah garda terdepan yang memegang peranan penting terhadap hitam dan putihnya kamtibmas di Indonesia.

Di tengah polemik yang terjadi, selaku penanggungjawab harkamtibmas berikut penegak hukum di tanah Jawara, Kombes Pol Sabilul Alif terus bisa mengkristalkan hukum dan memberikan sanksi kepada mereka yang gemar membuat kerusuhan. Di tanah Jawara, melalui commander wish-nya, Sabilul Alif terus menegakan fungsi hukum di tengah pusaran revolusi industri dan komunikasi.

Penampakan The Commander -Genderang Bhayangkara di Tanah Jawara di salah toko buku

Ia terus memaksimalkan komunikasi di media sosial secara intensif, sebagaimana hal itu akan mendorong kembali atas kesadaran masyarakat terhadap hukum. Tak hanya itu saja. Interkasi yang baik antara Polri dan masyarakat di sosial media, juga dijadikan sebagai sarana menjalin komunikasi dengan  membangun, mengedukasi, dan menginspirasi antara penegak hukum dengan masyarakat, agar masyarakat yang tadinya menyimpang kembali berprilaku sesuai kaidah-kadiah yang berlaku; masyarakat, agama, dan  kaidah negara.

Bagi Kombes Pol Sabilul Alif, menjadi pemimpin tak hanya membutuhkan seni kepemimpinan semata. Menjadi pemimpin membutuhkan banyak hal—yang salah satunya—memiliki sumber daya yang pantas dijadikan pemimpin.

Menjadi pempinan membutuhkan proses panjang agar layak disebut pemimpin. Untuk menjadi pemimpin dibutuhkan experience dan harus memiliki kemampuan manajemen, sebagaimana inti dari kepemimpinan adalah mengambil keputusan yang memerlukan referensi dan kepekaan. Menjadi pemimpin harus positioning; mampu menganalisis apa yang terjadi dengan membuat perubahan yang berbeda.

Satu hal keyakinan—yang terpatri di commander wish-nya—agar Promoter bisa bertahan dengan kekal dan abadi, Polri membutuhkan manusia-manusia unggul; menjalankan tugas, menghadapi dan menjawab tantangan, serta unggul menjadi kepercayaan masyarakat.

Untuk membangun karakter profesional, memang tidak dapat dibangun dalam semalam. Begitupula dengan peradaban yang kini disebut modern, membutuhkan beribu tahun untuk melihat dan merasakan fungsi dari teknologi, yang kini telah menghamparkan berbagai informasi sehingga hoax maupun hate speech pun bertebaran.

The Commander : Genderang Bhayangkara di Tanah Jawara merupakan buku yang mengulas tentang pengabdian Komisaris Besar Polisi Sabilul Alif saat mendahkodai Polresta Tangerang dengan commander wish Tangerang Jawara—Jadikan Tangerang Aman, Nyaman, Ramah, dan Kreatif.

The Commander-Genderang Bhayangkara di Tanah Jawara, telah hadir di toko buku seluruh Indonesia

________

Judul : The Commander – Genderang Bhayangkara di Tanah Jawara

Penulis : Dien Albanna

Penerbit : Jember Katamedia

ISBN : 978-623-91664-0-3

Tinggalkan Balasan