Jenderal Tito Karnavian : dari Kapolri menjadi Mendagri


Presiden Joko Widodo telah menetapkan keputusan. Orang nomor satu di Republik Indonesia itu telah menentukan menteri yang akan membantu dirinya mengurusi negara lima tahun ke depan; 2019 -2024.

Indonesia Maju

Begitulah mantan Gubernur Jakarta itu memberi nama kabinetnya. Dengan nama itu, Presiden Jokowi menaruh harapan besar kepada para menteri untuk membantu dirinya membawa Indonesia menuju kemajuan.

Jenderal Tito Karnavian adalah salah satu dari tiga puluh delapan menteri yang dipilih Presiden Joko Widodo. Mantan Kapolri itu menduduki jabatan sebagai Menteri Dalam Negeri.

Dengan dilantiknya Tito Karnavian sebagai Mendagri, maka tugasnya beralih. Tak lagi mengurusi—secara langsung—seluk-beluk institusi Polri, akan tetapi Jenderal Tito Karnavian harus fokus melaksanakan tugas secara menyeluruh terkait urusan dalam negeri, yang di dalamnya juga terdapat institusi Polri.

Beralih tugas dari Kapolri menjadi Mendagri memang tak salah. Setiap warga negara berhak menentukan pilihan hidupannya sesuai ketentuan negara dan agama; bersuara, berserikat, berpolitik, hingga berkarir.

Tak ada yang meragukan geberakan Tito Karnavian saat dirinya berkarir di institusi Bhayangkara. Karir Jenderal Bintang Empat itu terbilang moncer. Pun, dengan kenaikan pangkatnya, terbilang cukup melesat jika dibandingkan teman seangkatan atau beberapa seniornya. Sejak berhasil memimpin Datasemen Khusus 88 dan membongkar beragam jaringan teroris, sejak itulah nama Jenderal Tito Karnavian mulai dikenal masyarakat luas—dan seiring itupula—karirnya semakin melesat.

Tepat di usia 55 tahun dan setelah berkecimpung selama 32 tahun di kepolisian, Jenderal Tito Karnavian menyambut pinangan Presiden Joko Widodo agar dirinya menjadi Mendagri. Maka, setelah resmi dilantik,adapatasi dengan lingkungan dan tugas baru, harus mulai dilakukan oleh Alumnus AKPOL 1987 itu.

Bukan hal mudah beradaptasi dengan lingkungan yang memiliki kultur berbeda. Lebih lagi, tugas sebagai Mendagri, sangat berbeda jika dibandingkan saat dirinya menjadi Kapolri.

Mengabdi selama tiga puluh dua tahun, bukan waktu yang sebentar. Lebih lagi, saat itu, karirnya sebagai Kapolri sangat bersinar. Namun, karena diminta berkiprah di kementerian oleh Presiden, Jenderal Tito Karnavian siap menerima tugas dari kepala negara itu.

Jenderal Tito Karnavian adalah pelopor Promoter. Visi yang dijadikan sebagai visi kepemimpinannya di Polri itu pun berbuah manis. Kendati masih terdapat masyarakat yang membenci Polisi, tetapi Promoter yang dicetuskan Jenderal Tito Karnavian mampu mengikis prosentase kebencian masyarakat menjadi kecintaan terhadap institusi Bhayangkara.

Kendati tak bertugas di institusi Bhayangkara, bukan berarti Promoter itu ditanggalkan Jenderal Tito Karnavian di intitusi yang membesarkannya. Professional, modern, dan terpercaya, tetap dibawa dan diterapkan Jenderal Tito Karnavian di institusi yang kini dinahkodainya. Lagipula, tidak hanya Polri saja kan yang harus professional, modern, dan dipercaya masyarakat? Kementerian yang notabene merupakan lembaga langsung pembantu Presiden, juga harus melaksanakan tugas dengan Promoter sebagai wujud memberikan pelayanan negara kepada segenap warganya.

Tak ada yang meragukan sepak terjang Jenderal Tito Karnavian. Purnawirawan Jenderal Bintang Empat itu banyak mengenyam asam-manis pengabdian di institusi kepolisian. Dengan segudang prestasi dan pengalaman di lapangan, Jenderal Tito Karnavian tentu tak akan kesulitan membawa Kementrian Dalam Negeri untuk berlayar bersama Presiden di lautan Indonesia Maju.

Fenomena dan problematika yang terjadi di negeri ini, berikut pekerjaan rumah Mendagri sebelumnya yang belum usai, secara otomatis kini menjadi pekerjaan Jenderal Tito Karnavian yang harus segera dituntaskan; perpolitikan, pemerintahan umum, otonomi daerah, administrasi wilayah, sumber daya manusia, dan hal-hal yang menyakut dalam negeri.

Bagi Jenderal Tito Karnavian—tugas sebagai Kapolri maupun Mendagri—merupakan bagian dari bentuk pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara. Jika dirinya dipanggil untuk menjalankan tugas, maka tak ada kata lain selain …

SIAP, LAKSANAKAN!

 

Tinggalkan Balasan