Uluk Salam dan Arahan Perdana AKBP. Eddwi Kurniyanto

“Kendati tugas dan tanggungjawab berat, harus yakin kita bisa menjalankan tugas pengabdian dengan profesional, berintegritas, dan tanggungjawab.” AKBP. Eddwi Kurniyanto, Kapolres Probolinggo, saat uluk salam dan arahan perdananya di Polres Probolinggo

-oOo-

Tak bisa dipungkiri.

Menjadi pemimpin adalah sebuah amanah. Dan, itupula  yang menjadi pegangan bagi Kapolres Probolinggo, AKBP. Eddwi Kurniyanto tatkala ia diamanti institusinya sebagai Kapolres di wilayah yang dekat dengan tanah kelahirannya, Pasuruan.

AKBP. Eddwi Kurniyanto—yang sebelumnya menjabat Kepala Bagian Ops Polrestabes Surabaya—kini diamanti sebagai Kapolres Probolinggo. Layaknya seorang tamu, AKBP. Eddwi Kurniyanto, yang masih baru menjabat di kabupaten Probolinggo, tak pelak harus berkenalan dan menelusuri seluk beluk wilayah hukum yang dinahkodainya. Oleh karenanya, tak ayal apabila silaturrahim menjadi kunci awal AKBP. Eddwi Kurniyanto melakukan awal kegiatannya. Silaturahmi yang dilakukan oleh orang nomor satu di Polres Probolinggo itu, tak lainsebagai uluk salam dirinya sebagai orang baru di wilayah hukumnya. Forkopimda, tokoh agama, hingga tokoh masyarakat menjadi langkah awal Kapolres Probolinggo kota itu untuk menghaturkan ulum salam sebagai orang baru. Pun, selain daripada itu, silaturahami yang dibangun oleh AKBP. Eddwi Kurniyanto adalah untuk menjalin sinergitas antara Polri dengan segenap elemen strategis untuk bersama-sama menciptakan kamtibmas di wilayah tersebut.

Salah satu tempat yang menjadi tujuan dari AKBP. Eddwi Kurniyanto adalah Pondok Pesantren Zainul Hasan. Di Pondok Pesantren itu, mantan  Kepala Bagian Ops Polrestabes Surabaya itupun bertemu dengan KH. Mutawakil Alallah, yang merupakan pengasuh Pondok Pesantren Zainul Hasan.

Pesantren adalah salah satu pusat penciptaan dan penggeblengan peradaban manusia. Begitu kiranya yang diyakini oleh orang nomor satu di Polres Probolinggo itu. Ia sangat menaruh harap dalam keyakinannya yang besar, pesantren dapat turut serta bersama-sama Polri untuk menciptakan lingkungan aman,damai dan kondusif.

Selain uluk salam dan membangun sinergitas dengan ulama di wilayah hukumnya, AKBP. Eddwi Kurniyanto tak lupa menghaturkan permintaan kepada KH. Mutawakil Alallah, untuk didoakan agar dalam menjalankan amanah diberikan kelancaran dan kemudahan sehingga tugas dirinya sebagai pelayan, pelindung, dan pengayom masyarakat bisa dijalankan dengan baik—yang tidak hanya dicatata sebagai pengabdian kepada negara semata, akan tetapi juga dicatat sebagai amal ibadah di sisi Allah SWT.

Akan maksudnya diberi kelancaran dan dicatata sebagai amal ibadah itupun tidak hanya ditujukan kepada dirinya sendiri. AKBP. Eddwi Kurniyanto juga memintakan doa untuk segenap jajaran maupun anggotanya, agar kiranya didoakan hal yang sama dengan dirinya sebagaimana dalam menjalankan tugas diberikan kelancaran dan kemudahan—yang tidak hanya dicatat sebagai bentuk tugas negara, akan tetapi juga diabadikan oleh Allah sebagai amal yang bermanfaat sebagaimana Sabda Sang Nabi bahwa sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi sesama.

Di awal dirinya menjabat, AKBP. Eddwi Kurniyanto juga memberikan landasan yang sangat penting kepada jajaran dan anggotanya. Ia mematrikan dalam arahan dan komandonya akan pentingnya nilai semangat pengabdian yang harus dipatri dengan nilai-nilai tugas dan amanah sebagai ibadah sebagaimana diyakininya bahwa  segala pekerjaan jika diniatkan ibadah, maka hasilnya akan maksimal. Selain itu, apabila tugas dan amanah diniatkan ibadah, maka akan tertanam sikap tanggung jawab terhadap tugas dan amanah karena ia tahu bahwa kendati pimpinan tidakmelihat, akan tetapi Allah SWT melihat kinerja yang dilakukan hamba-Nya. Selain itu, Kapolres Probolinggo itu juga meyakini jika menjalankan tugas yang dilandasi sebagai ibadah akan berimbas pada sikap dan pola yang akan dilakukan—yang bukan tak mungkin—pelayanan dan pengayoman Polri terhadap masyarakat akan semakin tulus.

Berprofesi sebagai polisi—yang merupakan bagian penegakan hukum—tentu tidaklah mudah. Jika menjalankan tugas dengan tidak maksimal—sebatas gugur kewajiban—tak dipungkiri bisa berakibat fatal yang dampak besarnya dapat mengancam kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Terlebih lagi, di zaman yang saat ini tengah dipenuhi dengan teknologi dan kebebasan berinformasi dalam komunikasi. Toh, faktanya, tak sedikit kebebasan berkomunikasi yang dihantarkan kecanggihan teknologi, telah menghantarkan secara terstruktur dan masif akan penyebaran hoax, yang kemudian berdampak pada stabilitas keamanan dan ketertiban dalam berkehidupan bermasyarakat hingga bernegara. Untuk itulah, mengapa orang nomor satu di Polres Probolinggo itu, memberikan arahan perdananya kepada jajaran dan anggota akan pentingnya menjalankan tugas yang dilandasi nilai-nilai ibadah. AKBP. Eddwi Kurniyanto ingin Polri di Probolinggo bertugas dengan maksimal tanpa terkecuali memberikan pelayanan di dunia cyber yang kini serat akan gangguan-gangguan kemanan dan ketertiban dan keamanan.

“Mari melandaskan tugas pengabdian sebagai ibadah. Tugas kita adalah menjaga keutuhan negara kesatuan dengan memberikan rasa aman dan berketertiban di masyarakat. Jika masyarakat di wilayah hukum kita bisa hidup dengan aman dan tertib, maka keadaan negara pun akan aman dan tertib.” Ujar AKBP. Eddwi Kurniyanto tatkala memberikan arahan kepada jajaran dan anggotanya.

***

Cholis Rosyidatul Husnah

Penulis berkelahiran asli Jember. Sedang mengenyam Pendidikan S1 di IAIN Jember Semester 8 Jurusan Hukun Keluarga Fakultas Syariah. Alumni Pondok Pesantren Nurul Islam Jember. Selain menulis, penulis memiliki cita-cita menjadi bagian dari praktisi penegak hukum di Indonesia.


641total visits,2visits today

Tinggalkan Balasan