AKBP. Wahyu S. Bintoro Implementasikan Gresik Polisi Santri

Aula Masjid Asy Syafaah Polres Gresik tengah mendapat kehormatan. Sore itu, masjid yang berada di komplek Polres Gresik dijadikan tempat untuk melaksanakan agenda rutin Kapolres Gresik, AKBP. Wahyu Sri Bintoro. Dengan masih menggunakan seragam dinas dan kopyah hitam, Kapolres Gresik itu melaksanakan santunan untuk lima puluh anak yatim piatu yang berasal dari yayasan Panti Asuhan Al- Yatimi dan lima puluh anak pesantren dari Ponpes Ibrahim Giri Kabupaten Gresik.

Berkopyah berikut sarung dan baju koko yang melekat, ditambah santriwati yang cantik berjilbab  dan berbalut gamis, tak dipungkiri telah menghadirkan ‘rasa pesantren’ di Polres Gresik. Bagaimana tidak, di acara santunan rutin yang digelar oleh Kapolres Gresik,  suasana di institusi itupun sedikit berubah. Jika tadinya Polres Gresik selalu menghadirkan lalu-lalang penegak hukum dengan berbagai kesibukannya, tetapi sore itu Polres Gresik dipenuhi lalu-lalang anak-anak yatim dan santri yang riang gembira

Mereka adalah sosok penuntut ilmu agama yang  tinggal di pesantren. Masa depan mereka tak lain dipersiapkan untuk mengabdi kepada masyarakat dan menjadi manusia yang bermanfaat. Budi pekerti mereka diasah sejak nyantri di pondok pesantren dan diaplikasikan dalam kehidupan.

Itulah yang kemudian menjadi landasan AKBP. Wayu Sri Bintoro ketika mengagendakan santunan sebagai agenda rutin Polres Gresik. Sebagai umat beragama berikut abdi negara, perwira menengah Polri lulusan AKPOl tahun 1998 itu sangat menyadari untuk menjadi manusia haruslah memiliki kemanfaatan untuk sesama.

Selain itu, Kapolres Gresik itu merutinkan santunan terhadap anak yatim dan pesantren,  tak lain karena mereka adalah generasi bangsa yang harus mendapatkan kasih sayang, perawatan, berikut dengan pengawalan di masa pertumbuhannya.  Untuk itu, mantan Kapolres Bojonegoro itu pun hingga akhirnya memasukan ruh  ‘santri’ pada institusinya.

Santri di sini bukan lantas menjadikan Polres Gresik seperti pesantren dan menjadikan personel Polres Gresik yang mengaji layaknya santri di pesantren pada umumnya. Istilah ‘Santri’  yang dimaksud AKBP. Wahyu Sri Bintoro adalah  senyum, sapa, salam, amanah, tanggap, proaktif,  dan rajin ibadah dan infaq, yang semua itu tak lain implementasi dari kata ‘santri’ yang kini dijadikan inovasi Polres Gresik.

Gresik Polisi Santri.14

Begitulah inovasi itu bernama. Dan, siapa sangka, melalui ruh ‘santri’ itu, Polres Gresik berhasil mendapatkan penghargaan dari Kementrian PAN dan RB sebagai wilayah birokrasi Bersih dan Melayani yang nyaman serta dari Kapolri Tito Karnavian.

Sebanyak 100 anak yatim mendapatkan santunan dari AKBP. Wahyu Sri Bintoro. Tentunya, santunan itu merupakan kegiatan berisi kebaikan yang menggerakkan hati nurani. Gresik Polisi Santri punya cara sendiri dalam menolong sesama. Caranya, tak lain adalah dengan menjadi manusia bermanfaat. Sebagai implementasinya, Gresik Polisi Santri melakukan rutinan santunan anak yatim dengan arti santri yang cukup menarik, yakni senyum, sapa, salam, amanah, tegas, humanis, rajin ibadah dan rajin berinfaq.

Tak ada yang berubah.

Kali itu, santunan dilakukan bertepatan dengan hari kelahiran Kapolres Gresik yang ke-42. Namun demikian, kendati berbarengan dengan kelahiran orang nomor satu di Polres Gresik, bukan berarti agenda rutin itu diselenggarakan dengan mewah.

Santunan tetap dilakukan seeprti biasanya. Sederhana dan diisi tausiah dari ustadz Ainun, Pengasuh Yayasan Panti Al-Yatimi, yang kemudian dilanjut dengan doa bersama yang dimpimpin  Habib Ismail Alhabsy

Melalui Gresik Polisi Santri, AKBP. Wahyu Sri Bintoro ingin mengajak seluruh elemen yang ada di Polres Gresik untuk senantiasa mengemban amanah sebagai penyalur kebaikan kepada masyarakat, terutama rakyat kurang mampu. Selain menjadi penyalur kebaikan, Gresik Polisi Santri diharapkan AKBP. Wahyu Sri Bintoro mampu menjadi landasan personelnya untuk meningkatkan kinerjanya.

Tak hanya Kapolri maupun Kementeriaan Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi semata. Masyarakat di wilayah hukum Gresik itupun tak ayal memberikan apresiasi atas inovasi Gresik Polisi Santri itu.

Terbukti, dengan adanya inovasi yang diluncurkan AKBP. Wahyu Sri Bintoro, masyarakat Gresik mulai terbuka dengan polisi. Mereka pun tak segan diajak bersinergitas untuk mewujudkan kamtibmas yang aman, damai, dan nyaman di lingkungan mereka, sehingga Kapolres Gresik itupun merasa bahwa inilah bentuk sinergitas yang baik dan religius antar masyarkat dengan Polri di Gresik.

Gresik Polisi santri menjadi saksi dedikasi Polres Gresik kepada negeri. Bukan hanya santunan anak yatim yang menjadi agenda rutinan, melainkan banyak kegiatan bermanfaat seperti sholawatan yang juga menjadi kegiatan Polres Gresik dalam mengimplementasikan inovasi yang dilahirkan oleh  AKBP . Wahyu S. Bintoro.

Ani Hidayatul Munawaroh
Penulis adalah alumni Pondok Pesantren “Al-Islam” Joresan, yang sekarang menempuh pendidikan di IAIN Tulungagung jurusan Tadris Biologi semester empat. Selain menulis, penulis memiliki keterkaitan terhadap kepedulian alam dan lingkungan serta bercita-cita mengembangkan Sains dalam Al-Quran di Indonesia.

638total visits,2visits today

Tinggalkan Balasan