Siharat : Turn Back Crime Mission

Tebar Pesona yang digenderangkan AKBP. Kelana Jaya merupakan iktikad institusi yang berprinsip ‘sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat untuk manusia lain’ dengan cara menjadi pelindung, pengayom dan pelayan bagi masyarakat, yang kemudian disempurnakan dengan visi dan misi pimpinan.

Dari ketiga aspek tersebut kemudian diperas menjadi sebuah target yang merupakan implementasi tupoksi kepolisian, visi dan misi Kapolri, Kapolda, Tujuh Belas Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, hingga turun ke tingkat resort seperti Tebar Pesona yang dilahirkan Kelana sebagai commander wish dalam menekan permasalahan sosial agar tidak menyebar menjadi konflik sosial yang dapat mengganggu ketertiban dan keamaan di tingkat nasional. Selain itu, meski dilahirkan di ranah lokal, Tebar Pesona memiliki amunisi cita-cita nasional dan juga suara Interpol melalui Turn Back Crime-nya, yang bertujuan membangkitkan kesadaran akan berbagai kemungkinan terjadinya kejahatan di sekitar.

Tebar Pesona atau Tekan Bersama Permasalahan Sosial dan Narkoba, merupakan genderang ‘perang’ dalam rangka membasmi benih-benih krimalisme di bumi Banjarbaru. Taktik dan strategi yang digencarkan pun tergolong unik. Meski awalnya Tebar Pesona diniatkan untuk wilayah hukum Banjarbaru, akan tetapi misi yang dilakukan AKBP. Kelana Jaya merupakan sebuah solusi yang tentu diterapkan di daerah lain di negeri ini. Aplikasi Siharat: Siap Hadapi Beragam Kejahatan, Pemolisian Masyarakat: Satu Polisi Satu RT-Satu Polisi Satu RW, dan juga Polisi Mengajar, tak lain upaya Polres Banjarbaru dalam rangka menekan angka kriminalitas berikut memberikan pelayanan publik yang cepat respon.

Pada buku “Siharat: Turn Back Crime Mission”, Dien Albanna mengurai apa yang telah digagas serta dilakukan oleh abdi Bhayangkara di Banjarbaru terkait penanganan anak usia belajar yang berhenti atau yang diberhentikan oleh sekolah

Apa yang terjadi di Banjarbaru, tentu terjadi pula di wilayah lain. Nyaris dan bahkan di setiap wilayah negeri ini ada anak usia belajar yang mengalami putus sekolah. Baik karena biaya, orangtua, bahkan terjerumus pergaulan yang salah. Alih-alih kehabisan cara menasihati dan tak ada hasil yang diharapkan, akhirnya pihak sekolah memutuskan mengeluarkan anak didik yang bermasalah agar kiranya menjadi sadar dan menyesal. Namun, fakta berbicara lain. Mereka justru semakin menjadi dan bahkan melakukan tindakan kriminaitas.

Dikarenakan tak ingin terjadi di Banjarbaru, berikut turut mesukseskan program pemerintah wajib belajar dua belas tahun dan cita-cita nasional untuk turut mencerdaskan kehidupan berbangsa, Polres Banjarbaru mengeluarkan cara dan upaya menyelamatkan generasi bangsa dari pemutusan sekolah dan dari mental yang teracuni pergaulan dan lingkungan. Begitupula dengan pemolisian masyarakat dan memasyarakatkan polisi. Satu Polisi Satu RT-Satu Polisi Satu RW, merupakan langkah AKBP. Kelana Jaya menebar telik sandi dengan tujuan meraih informasi di akar rumput, yang kemudian dievaluasi dan segera ditangani dengan berbagai pihak terkait di Banjarbaru.

Siharat: Turn Back Crime Mission adalah kisah tentang kiprah dan darmabakti abdi bhayangkara di Bumi Banjarbaru dalam menjalankan misi penekanan kriminalitas yang bersumber dari permasalahan sosial dan narkoba terutama di kalangan generasi bangsa.

Permasalahan yang terjadi di negeri ini, tentunya tak datang tiba-tiba. Permasalahan yang besar, pasti bermula dari permasalahan kecil. Begitupun kejahatan besar yang terjadi di muka bumi, tak sekonyong-konyong terjadi tanpa perencanaan matang dan terorganisir. Tak mau kalah dengan penjahat, aparat hukum pun melakukan hal yang sama. Menghadang sebelum masuk gawang. Mencegah sebelum menjangkit. Dan, membasmi sebelum kejahatan semakin merajalela.



Judul : Siharat : Turn Back Crime |Penulis : Dien Albanna |Penerbit : Jember Katamedia |
ISBN : 978-602-61881-5-1

Tinggalkan Balasan