Prilaku Manusia di Hari Peduli Sampah Nasional

AKBP. Tito Hutauruk – Kapolresiana.com
Tak dipungkiri, di negeri ini masih terdapat masyarakat yang masih membuang sampah sembarangan. Membiarkan sampah berceceran dan kurang menjaga kebersihan lingkungan

Sejak bumi dihuni milyaran manusia, kehadiran sampah tak pelak menjadi polemik.  Apalagi, di zaman modern seperti saat ini, semua hal-hal berhubungan dengan manusia, tak dipungkiri berakhir menjadi sampah. Perihal makanan ringan yang dikemas secara kekinian, misalnya. Bungkus atau kemasan makanan ringan itu, bisa menjadi masalah besar bila harus berakhir di tempat tak semustinya. Faktanya, di layar kaca maupun media online, sering diberitakan sampah—yang akhirnya bermuara ke laut—menyebabkan kotornya laut berikut mati beberapa ikan paus karena di perutnya terdapat tumpukan sampah.

Ironis, bukan?

Belum lagi, dampak sampah yang bisa menjangkit manusia. Hadirnya demam berdarah dan banjir, juga tak dipungkiri terjadi akibat sampah yang dibuang sembarangan oleh tangan-tangan tak bertanggungjawab—yang pada akhirnya—tak hanya dirinya yang terkena dampak tersebut, akan tetapi oranglain yang telah mengindahkan cara membuang sampai yang benar, juga bisa terkena dampaknya.

Sampah pun menjadi musuh manusia.

Ironisnya,  musuh itu datang karena manusia yang menciptakan. Jika sudah demikian, siapa yang harus disalahkan? Pastinya, nasi pun telah menjadi bubur. Rasanya, sudah tidak berguna lagi bila ingin menunjuk jari untuk melimpahkan atas penyakit maupun bencana yang terjadi. Melakukan pengobatan dan pencegahan dengan menanamkan kesadaran, menjadi kunci utama untuk tidak mengundang demam berdarah dan banjir datang menghampiri.

22 Februari 2019

Merupakan hari Jum’at yang tengah diselimuti cuaca cerah. Bertepatan itu, Indonesia sedang melaksanakan Hari Peduli Sampah Nasional, tanpa terkecuali Polres Prabumulih. Di  hari itupula, Kapolres Prabumulih,  AKBP. Tito Hutauruk, mengajak masyarakat Prabumulih untuk lebih peduli menjaga lingkungan dengan mengumpulkan sampah untuk kemudian memindahkannya ke TPA.

Menurut Kapolres Prabumulih, apabila masyarakat peduli dengan lingkungan—minimal tempat tinggal sekitar—maka penyakit dan banjir bisa diminimalisir, sebagaimana keduanya bisa disebabkan oleh sampah yang menyangkut di parit ataupun sungai.

| Baca Juga : Polisi Millenial : Sebuah Aksi Kepedulian

 “Apalagi, saat ini tengah musim penghujan. Masyarakat harus semakin dihimbau agar lebih bijak bila membuang sampah. Sebab, bila kebiasan buruk itu dibudayakan—membuang sampah sembarangan—bisa mengundang nyamuk sekaligus kedatangan banjir—yang dampaknya semua bisa kena imbasnya.” ujar AKBP. Tito Hutauruk, di tengah sedang membersihkan sampah bersama anggota Polres Prabumulih.

Rupanya, semakin modern kehidupan manusia, tak hanya kejahatan konvensional saja yang menjadi musuh besar manusia. Ternyata, sampah juga bisa menjadi musuh yang mematikan apabila tidak dikelola dengan baik.

Mengurus sampah bukan urusan pemerintah semata. Tidak serta merta dilimpahkan kepada pemerintah dengan dalih telah membayar uang sampah, sehingga bisa seenaknya membuang sampah sembarangan.  Mengelola sampah  dengan bijak menjadi urusan semua manusia.  Sama dengan mengelola Kamtibmas. Bukan serta merta menyerahkan semuanya kepada pihak keamanan.  Aman atau tidaknya suatu lingkungan, peran masyarakat juga sangat besar.  Tidak memberikan peluang terhadap kejahatan, merupakan salah satu dari sekian banyak upaya masyarakat untuk menciptakan kehidupan yang berkamtibmas.

AKBP. Hutauruk juga menghimbau agar membersihkan sampah tidak hanya dilakukan di Hari Peduli Sampah Nasinal saja. Kapolres Prabumulih itu, juga berharap kepada masyarakat di wilayah hukumnya agar kebiasaan membuang sampah pada tempatnya dilakukan setiap hari dan setiap saat. 

AKBP. Tito Hutauruk menekankan kepada jajaran dan anggotanya untuk terus memberikan himbauan sekaligus contoh kepada masyarakat untuk memperlakukan sampah dengan bijak. Menurut alumni AKPOL tahun 2000 itu, tidak hanya penyakit saja yang bisa cepat menular, perilaku buruk juga lebih bisa cepat menular. Oleh karenanya, selain kepada masyarakat, AKBP. Tito Hutauruk juga memberikan penekanan kepada personel Polres Prabumulih untuk menjadi contoh masyarakat dalam hal membuang sampah.

 “Tidak hanya penyakit, perilaku buruk juga cepat menular. Harus bisa memberikan contoh yang baik—dengan membuang sampah pada tempatnya—yang diharapkan dari situ banyak orang meniru. “ imbuh Kapolres Prabumulih

Pada Hari Peduli Sampah Nasional itu, Kapolres Prambulih beserta jajaran telah berhasil mengumpulkan 100 kantong sampah dan siap dibawa ke Tempat Akhir Pembuangan. Kemudian, kegiatan Peduli Hari Sampah Nasional itupun ditutup doa dan foto bersama dengan banner  besar dengan tujuan untuk menyebarluaskan kegiatan tersebut kepada khalayak, agar mereka—masyarakat yang masih buang sampah sembarangan—tersadar dan dapat termotivasi untuk tidak membuang sampah sembarangan.

Selain jajaran Polres Prambulih, kegiatan memperingati Hari Peduli Sampah Nasional , juga diikuti oleh Camat Prambulih Timur, A. Fauzan Akmal dan Lurah Gunung Ibul  Marta Dinata, serta RW/RT setempat. Melalui giat Hari Peduli Sampah Nasional, AKBP. Tito Hutauruk—selain memberikan himbauan kepada masyarakat, Kapolres Prabumulih itu juga memberikan penekanan kepada jajaran dan anggotanya agar semakin meningkatkan kesadaran akan kebersihan lingkungan hidup dengan tidak membuang sampah sembarangan sebagaimana dihamparkan Kapolres Prabumulih bahwa kebahagiaan itu lahir karena adanya kesehatan dan kesehatan tercipta karena adanya kebersihan yang dilahirkan oleh perilaku orang-orang beriman.

***

Tinggalkan Balasan