Arahan untuk Ibu Bhayangkari Polres Belu

AKBP. Christian Tobing – Kapolresiana.com
Menjadi pendengar yang baik bagi pasangan, memberi masukan, memberikan dukungan, meringankan beban, berbagi cerita dengan keterbukaan, dan hal-hal yang bisa memererat hubungan adalah suatu keindahan kendati untuk membangun hal itu juga tak semudah membalikkan telapak tangan.

Bukan hal mudah menyatukan dua kepala yang memiki pemikiran berbeda. Namun, bila bisa mengemas perbedaan, niscaya perbedaan itu bisa menjadi suatu keindahan. Menjadi pendengar yang baik bagi pasangan, memberi masukan, memberikan dukungan, meringankan beban, berbagi cerita dengan keterbukaan, dan hal-hal yang bisa memererat hubungan adalah suatu keindahan kendati untuk membangun hal itu juga tak semudah membalikkan telapak tangan.

Di balik suami sukses, ada istri hebat di sisinya.

Begitulah ungkapan yang lazim didengar selama ini. Benarkah ungkapan itu? Sekilas dan jika melihat dengan pandangan mata, tentunya ungkapan itu tidak bisa dibenarkan. Toh, pada umumnya, suamilah yang banyak berperan mencari nafkah. Namun, apabila melihat dari kacamata nurani, ungkapan itu tentu tidaklah salah. Pasalnya, dalam hubungan keluarga, sudah tidak ada lagi yang namanya milikmu dan milkku. Di balik suami yang sibuk membantingtulang mencari nafkah, tak dipungkiri terdapat doa istri yang mengalir untuknya. Belum lagi, peran istri yang merawat anak, menyiapkan keperluan suami, yang semua itu sangat berpengaruh terhadap kinerja suami.  Singkat kata, jika kondisi rumah harmonis, niscaya suami pun bekerja dengan tenang dan semangat dan bukan tak mungkin dari semangat itu melahirkan prestasi dan kesuksesan dalam kinerja suami.

Tak hanya Christian Tobing yang mengakui bahwa peran istri sangat berpengaruh besar terhadap kesuksesan suami dalam menapaki anak tangga menunju kesuksesan yang serat akan tantangan dan rintangan.  Melalui kejujuran dan ketulusannya, Christian Tobing menyampaikan bahwa dirinya bisa menjadi Kapolres seperti saat ini, bukan tidak melalui anak tangga yang dipenuhi dengan rintangan dan tantangan. Namun, berkat dukungan—paling utama dan besar dari istri—ia pun bisa melalui rintangan itu.

Mengenai faktor terbesar kesuksesan suami yang terletak pada istri itu dengan terang disampaikan Christian Tobing tatkala ia menghadiri pertemuan rutin ibu-ibu Bhayangkari Polres Belu. Kapolres Belu itu ingin ibu-ibu Bhayangkari terus mendukung suaminya menjalankan tugas kendati ditempatkan di Polsek terjauh sekalipun. Terlebih lagi, di era modern seperti saat ini. Tuntutan masyarakat terhadap Polri untuk terus meningkatkan profesionalisme kinerja semakin meningkat. Tentunya, semua itu sangat memerlukan dukungan dari para istri, agar suaminya tetap semangat bertugas di tengah globalisasi yang serat akan tantangan.

“Untuk itu, saya berharap kepada ibu-ibu Bhayangkari mampu berperan sebagai penyelaras dan penyeimbang dalam keluarga. Berbagilah waktu dengan baik untuk keluarga dan organisasi agar semua dapat terlaksana dengan baik dan seimbang dan membangun citra Polri dan Bhayangkari sesuai dengan tuntutan masyarakat dewasa.” kata Christian Tobing.

Di era modern yang telah dipenuhi teknologi dan globalisasi informasi, memang menuntut Polri bergerak lebih cepat. Professional dan modern—tidak gagap teknologi dan mampu beradaptasi—tak dipungkiri turut menguras tenaga mereka sebagai abdi negara berseragam Bhayangkara.

Gangguan kamtibmas yang sering datang tidak terduga mengakibatkan anggota polisi harus stand by . Untuk itulah, Christian Tobing—selaku pembina Bhayangkari—mengharapkan ketulusan dan keikhlasan ibu-ibu Bhayangkara untuk tidak letih memberikan mendukung semangat kepada suaminya.

Memang, porsi waktu bersama berkurang. Namun, memaklumi pekerjaan suami tanpa keluhan adalah tugas utama yang bisa membangkitkan rasa saling menghargai satu sama lain.

Selain arahan mengenai dukungan kepada suami, Christian Tobing juga menyampaikan terkait media sosial. Kapolres Belu itu menghimbau agar Ibu-Ibu Bhayangkari untuk tidak menggunakan media sosial sebagai ajang curhat ataupun mengungkapkan status masalahnya dengan suami. mengupload, membuat status ataupun share sesuatu yang harus dilakukan dengan baik, menjadi arahan Christian Tobing di balik ia memuji peran istri terhadap kesuksesan suami.

Tak hanya arahan yang melulu disampaikan Christian Tobing. Kapolres Belu— yang merupakan alumni AKPOL tahun 2000 itupun mempersilakan Ibu-Ibu Bhayangkari yang ingin mengajukan pertanyaan.  Kontan, tawaran Christian Tobing disambut dengan antusias. Mereka secara bergantian saling mengajukan pertanyaan kepada pembina Bhayangkari itu.

“Izin, Bapak.” Ujar salah satu Ibu Bhayangkari. “Bagaimana agar peran suami dan istri berjalan dengan baik. Tidak menaruh curiga atau cemburu ketika suami bertugas?’

“Peran itu bisa berjalan dengan baik bila saling memahami akan peran masing-masing. Bukan hanya istri yang bisa menentukan kesuksesan seorang suami. Akan tetapi, suami yang hebat,  juga bisa menjadikan istri menginspirasi di keluarga. Sehingga, peran suami-istri yang diracik dengan seimbang, mampu menjadikan keluarga sebagai lembaga pendidikan yang bisa menciptakan anak-anak sebagai generasi bangsa yang baik karena berasal dari peran ayah dan ibunya yang juga baik. Keharmonisan inilah yang penting. Selain bisa mengantarkan suami ke arah kesuksesan, juga bisa berdampak pada perkembangan anak. Anak yang dibesarkan dilingkungan yang baik, tentu akan tumbuh menjadi anak yang baik dan ke depannya niscaya bisa menajdi generasi maupun pemimpin bangsa yang baik. Jadi, peran ibu-ibu sangat besar. Selain mengantarkan kesuksesan suami, ibu-ibu adalah lembaga pendidikan generasi bangsa.” jawab Christian Tobing yang kemudian diamini dengan tepuk tangan Ibu-Ibu Bhayangkari Polres Belu

***

Tinggalkan Balasan