Me-refresh Formasi Perwira Polres Belu

AKBP. Chritian Tobing melantik pejabat baru Polres Belu

Organisasi hingga negara, tak ubah layaknya tubuh manusia yang di dalamnya terdapat organ-organ yang sangat diperlukan untuk menunjang  kelangsungan kehidupan.  Pun, di tubuh kelembagaan—pemerintah maupun swasta—terdapat organ bernama manusia yang berdayaguna untuk perkembangan kelembagaan. Jika manusianya baik, maka harumlah nama institusinya, dan hal itu juga berlaku sebaliknya.

Selaku Kepala di institusi Polres Belu, Christian harus peka dan jeli. Tak hanya ketika berada di lapangan atau tengah masyarakat saja. Kejelian dan kepekaan itu juga harus berlaku ketika ia berada di tengah jajaran dan anggotanya, termasuk jeli terhadap iklim yang sedang belaku di institusinya. Tentunya, Chritian Tobing tidak ingin memiliki organ di institusinya yang tidak produktif, sakit, atau tidak berfungsi sebagaimana mustinya.

Untuk menjalankan pemerintahannya di Polres Belu, Chritian Tobing tentu tidak bisa menjalankan sendiri. Kendati seorang perwira, ia masih membutuhkan kehadiran oranglain untuk menunjang dan menjalankan pemerintahannya di Polres yang terletak di Tapal Batas itu.  Oleh karenanya, hal pertama di masa menuju seratus hari masa kepemimpinannya di Polres Belu, Christian Tobing meningkatkan kejelian dan kepekaannya untuk meneliti, menilai, dan memonitoring personel-personel Polri Belu, yang segera dilakukan langkah lebih lanjut sebagai upaya mencegah lebih baik daripada mengobati.

Kehadiran Chritian Tobing di Polres Belu sudah sangat jelas. Ia dipercaya oleh institusi untuk menjalankan tugas dan fungsi representatif negara sebagaimana mustinya. Jika Polres Belu tidak berfungsi sebagaimana mustinya, tentu pimpinanlah yang salah karena dianggap tidak bisa me-manage institusi.  Untuk itu, dikarenakan kedatangannya ke Belu bukan untuk wisata, akan tetapi menjalankan perintah negara, Christian Tobing tidak ingin segera memberlakukan pe-refresh-an perwira di institusinya.

Pe-refresh-an perwira itu ditujukan bukan semata-mata karena kinerja yang buruk. Akan tetapi, langkah tersebut diambil Christian Tobing untuk menyegarkan kepemimpinan di Polres jajaran, agar lebih optimal dalam memberikan pelayanan, pelindungan, dan pengayoman masyarakat di Tapal Batas.

Ini bukan semata-mata tentang kewenangan Chritian Tobing selaku orang nomor satu di Polres Belu. Mutasi dalam rangka penyegaran kepemimpinan ini diambil karena Chrtian Tobing sangat menyadari bahwa manusia bukanlah robot. Mereka—yang tadinya diamanti sebagai pemimpin jajaran—juga manusia yang perlu istirahat dan digantikan dengan perwira yang dianggap masih cukup memiliki energi untuk memimpin wilayah hukum Polres Belu.

Kasat Narkoba, Iptu Mansyur Mosa, Kapolsek Lamaknen,  AKP. Sukabir, Kapolsek Laenmane,  AKP. Micheal Kaka dan Kapolsek Tastim, AKP. Edmundus Kehi, adalah perwira-perwira di-refresh oleh Christian Tobing.  Kemudian, dari mereka yang di-istirahatkan dari kursi kepemimpin itu digantikan oleh Iptu Yohanes Suhardi sebagai Kasat Narkoba, IPDA Taufan Adriyansah sebagai Kapolsek Lamaknen, IPDA Oscar Pinto Ribero sebagai Kapolsek Laenmanen dan IPTU Samsul Arifin diberi oleh amanat oleh Christian Tobing sebagai Kapolsek Tastim.

Kebijakan akan pe-refresh-an Kapolsek jajaran, tujuannya tak lain agar kinerja yang selama ini dilakukan di wilayah tersebut mendapat penyegaran. Pendek kata, beda kepala, beda pemikiran. Beda kepala, beda pula gaya kepemimpinan.  Oleh karenanya, karena tugas Polri adalah satu dan sama; maka pergantian kepemimpinan bukanlah suatu hal asing dan sangat wajar dikarenakan mereka sudah paham bahwa untuk terus menjaga kelangsungan dan harkamtibmas, diperlukan energi dan pemikiran baru, yang semua itu berada di orang-orang yang baru pula.

Mutasi merupakan kegiatan rutin yang acap kali dilakukan oleh lembaga negara maupun swasta dengan tujuan the right man on the right place, guna meneruskan estafet kepemimpinan agar menghadirkan kinerja dalam pelayanan kepada masyarakat yang lebih baik dan optimal.

“Terimakasih atas dedikasi, loyalitas, dan kinerja yang telah dilakukan untuk instituasi. Mudah-mudahan di tempat tugas yang baru, rekan-rekan lebih sukses dan dapat memberikan sumbangsih pemikiran dan melahirkan ide-ide baru untuk kemajuan organisas.”  ujar Christian Tobing kepada pejabat lama-nya.

***

1 tanggapan pada “Me-refresh Formasi Perwira Polres Belu”

  1. Pingback: Heroisme Anak Tapal Perbatasan – Kapolresiana

Tinggalkan Balasan